Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

TK Negeri 27 Kota Bima Gelar Wisuda dan Pentas Seni

TK Negeri 27 Kota Bima gelar wisuda.

Bima, Bimakini.- Ada yang menarik dari gelaran wisuda 15 peserta didik pra sekolah, Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 27 Kota Bima di Lingkungan Dodu II Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur, Kamis (16/6).

Mereka buka hanya menerima toga wisuda dan paket hadiah dari Kepala TK, Misnawati, S.Pd dan mantan Kepala TK PKBM Asy-Syakur Dodu, Dra. Nur Aliah, dan Lurah Dodu, Yahya, SE, tetapi juga mereka mampu mengepresikan berbagai kreasi seni.

Kreasi seni yang ditampilkan anak-anak yang mengikuti program pra sekolah ini, kadang mampu mengocok perut guru-guru mereka, orang tua mereka, dan undangan. Bahkan, ada peserta yang harus menangis terlebih dahulu di pentas, karena tidak ingin tampil, tetapi setelah mendengar alunan musik, tangisan anak itu sedikit demi sedikit berubah menjadi nyanyian.

Kepala TK Negeri 27 Dodu, Misnawati, S.Pd, mengatakan, kegiatan ini tidak akan mampu dilaksanakan dengan baik seperti saat ini, kalau bukan dari kerjasama yang baik dengan guru, peserta didik dan orang tua siswa, serta berbagai pihak yang memberikan semangat kepada TK agar terus berbuat yang lebih baik lagi dalam mendidik anak-anak pra sekolah. “Kita bersyukur bisa melaksanakan wisuda ini dengan baik, lancar, dan tertib. Semoga ke depan lebih baik lagi,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Lurah Dodu, Yahya, SE. Dia menilai perjuangan pengelola TK yang semula didirikan tahun 2005 oleh Dra Nur Aliah dan sejak 2015 berubah status menjadi TK Negeri 27 Kota Bima. Untuk dipahami kelurahan belum bisa membantu dengan baik TK ini, karena anggaran yang ada tidak ada yang berkaitan dengan bantuan untuk TK. “Namun, kita sebagai pihak kelurahan akan memerjuangkan agar kemajuan TK ini kepada Pemerintah Kota Bima. Kita berharap TK ini mampu menampung dahaga pendidikan bagi anak-anak pra sekolah,” katanya. (Nas)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait