Connect with us

Ketik yang Anda cari

CATATAN KHAS KMA

Duo Hebat!

Duo perempuan hebat: Sri Kurniati Ningsih, SE dan Sri Mulyati, SE.

SETELAH melewati Rumah Sakit Kabupaten Bima, jalanan macet total. Saya tidak yakin ada gendang Beleq yang lewat seperti di Lombok. Tidak biasanya di Bima ada orang nikah memacetkan jalan utama.

Dari kejauhan, terlihat warna ungu menutup jalan. Semua atribut yang dikenakan orang-orang yang tumpah di jalan itu, berwarna sama. Saya bertanya kepada Zainil Bahri, bos Bee Optical yang sedang menyetir. ‘’Kampanye calon kepala desa,’’ katanya singkat.

Informsinya, itu massa pendukung calon nomor urut 5 atas nama Ardiyansyah, ST. Rupanya anak muda ini belum berhasil. Ia hanya mampu berada di posisi kedua  dengan raihan 519 suara. Dia diungguli oleh calon nomor urut 2, Syamsul yang meraih 663 suara.

Rabu pagi, 29 Juni 2022 itu, saya sedang punya  keperluan ke Dompu. Bersama saya, ada ketua HIPMI Kabupaten Bima, Bahtiar, SE. Rupanya, itu hari terakhir kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bima. Ada 57 desa yang akan mengocok ulang pemimpin mereka. Ini saatnya bagi warga yang tidak puas pada kepemimpinan sebelumnya. Mereka mencari figur baru. Itu dilakukan secara langsung. Sekali lima tahun. Seperti juga memilih kepala daerah. Sudah biasa!

Puncak kampanye hari itu, sepekan sebelum hari pencoblosan, 6 Juli 2022. Berarti, kampanye akbar sebelum masuk hari tenang.

Kini, hasilnya sudah diketahui. Ada yang bahagia karena menang kontestasi. Tentu lebih banyak calon yang murung. Perolehan suaranya lebih sedikit. Kabarnya, calon petahana banyak berguguran. Itu indikator warga tidak puas. Mereka tidak mau lagi memilih figur usang.

Seperti di banyak kontestasi, calon kalah ada yang bisa menerima dengan lapang dada. Tetapi ada juga yang tidak puas. Mereka kadang bisa mengeskpresikan dengan banyak cara. Dari protes panitia Pilkades, hingga anarkis. Nah, yang terakhir ini, terjadi di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Pemicunya, ada dugaan kecurangan. Atau ketidakpuasan pendukung terhadap kinerja panitia. Video aksi anarkis perusakan kantor desa itu, beredar luas di media sosial. Ada banyak informasi yang berkembang. Satunya, panitia dianggap kurang sosialisasi sehingga ada pemilih yang mencoblos tembus. Mereka tidak membuka seluruh lipatan surat suara, sehingga tembus pada bagian lain, di luar kotak foto dan nama calon. Ini tetap dinyatakan tidak sah, apabila tidak mengganggu kotak dan nama calon lain. Jumlahnya tidak sedikit.

Rupanya, ada calon yang merasa dirugikan atas disahkannya suara coblos tembus itu. Padahal hal itu, sebelumnya sudah dibahas oleh panitia dengan seluruh calon.

Informasi lain, pendukung calon tidak terima karena yang unggul calon perempuan. Namanya Sri Kurniati Ningsih, SE. Dia memperoleh suara sementara 120 suara untuk dua kotak suara yang sudah dihitung. Hampir dua kali di atas saingan terdekatnya, Syarifudin AMK. Calon nomor urut 1 itu, hanya mengantongi 67 suara. Calon lainnya, Amirudin 36 meraih suara dan Syarifudin, 45 suara.

Camat Tambora, Fadillah, SS membatah soal itu. ‘’Tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin calon. Ini murni soal kurang pahamnya calon terkait dengan coblos tembus,’’ kata mantan wartawan Harian BiMEKS itu, saat dihubungi Jumat pagi.

Akibat kericuhan itu, disepakati untuk menghitung ulang pada malam harinya. Hasilnya tiak berubah: calon perempuan itu tetap perkasa. Alumni STIE Bima ini menang!

Ia rupanya tidak sendiri sebagai perempuan perkasa. Perempuan lain yang memenangkan kontestasi pada Pilkades serentak Kabupaten Bima tahun ini, ada di Desa Naru Barat, Kecamatan Sape. Namanya juga Sri. Lengkapnya, Sri Mulyati, SE. Keduanya sama-sama Sarjana Ekonomi.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Sri Mulyati meraih 666 suara, menyisihkan Masrin, Abdul Fuad, Arifin, S.Sos, dan H Anwar H Mukmin. Mereka berdua, bersama 57 calon kepala desa lainnya, akan dilantik pada 6 Agustus 2022 mendatang.

Rupanya, dari seluruh calon kepala desa di 57 desa itu, hanya mereka berdua yang perempuan. Dua-duanya juga bukan petahana. Dua-duanya menang. Luar biasa!

Riak juga sempat terjadi juga di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi. Masalah bisa segera diatasi. Proses Pilkades akhirnya berlangsung dengan aman. Masyarakat Desa Bajo memberikan kepercayaan kepada calon nomor 4. Namanya  A Rahim.

Diperkirakan, masih akan ada pengajuan keberatan kepada panitia Pilkades setelah mengetahui hasilnya hari ini.  Kita tentu berharap, keberatan dilakukan melalui mekanisme yang ditentukan. Tidak ada anakis lagi, tidak ada keributan lagi. Apa lagi bakar-bakar fasilitas milik umum.

Secara keseluruhan, Pilkades serentak yang diluncurkan pada 24 Januari 2022 ini, boleh dibilang damai dan kondusif. Kita berharap, sampai penetapan dan pelantikan nanti, pun demikian. Selamat dan ini menjadi kado HUT Bima yang ke 382. Umur yang sangat tua. Selamat juga telah menjadi juara umum MTQ Tingkat Provinsi NTB ke 29, di Masbagik Lombok Timur. Kabupaten Bima menyisihkan juara bertahan, Kota Bima. Semoga makin maju! (khairudin m.ali)

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

  SAYA ini kadang iseng. Bertanya kepada orang lain tentang cita-cita masa kecil seseorang. Itu agak privasi. Bisa jadi juga, itu rahasia. Tidak pernah...

CATATAN KHAS KMA

  ‘’SAYA mau tes daya ingat pak KMA,’’ katanya kepada saya suatu waktu. KMA itu, singkatan nama saya. Belakangan, semakin banyak kawan yang memanggil...

CATATAN KHAS KMA

NAMANYA Fiudin. Kami memanggilnya Fiu. Tetangga saya di bukit. Selain bertani, Fiu mengurus kuda-kuda pacuan. Ada beberapa ekor kuda di kandang belakang rumahnya. Awalnya,...

CATATAN KHAS KMA

SEBELUM benar-benar lupa, saya mau menulis ini: Gempa Lombok. Sepekan lagi, itu empat tahun lalu. Tetapi trauma saya (ternyata) belum juga hilang. Sudah pukul...

Olahraga & Kesehatan

Kota Bima, Bimakini.- Ketua Komisi Pacu, Pordasi NTB,  Mulyono mengaku sangat terbuka untuk membahas solusi terbaik terkait dengan polemik joki cilik. Pria yang akrab...