Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Langgar Kode Etik, Dua Personel Polres Bima Diberhentikan Secara Tidak Hormat

Upacara pemberhentian anggota Polres Bima.

Bima, Bimakini.-Dua personel Polres Bima – NTB, masing-masing Brigadir SR dan Briptu SH, terpaksa dijatuhi hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH.

Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat tersebut dipimpin langsung Kepala Kepolisian Resor Bima Polda NTB, AKBP Heru Sasongko, S.I.K., Senin (01/08/22) pagi di lapangan Mapolres setempat.

Kapolres Bima menyebut, PTDH terhadap SR berdasarkan Keputusan Kapolda NTB Nomor : Kep/313/VI/2022, tanggal 15 Juni 2022. Sementara SH berdasarkan Keputusan Kapolda NTB Nomor : Kep/314/VI/2022, Tanggal 15 Juni 2022.

“Upacara PTDH ini merupakan salah satu wujud dan bentuk realisasi komitmen pimpinan Polri, dalam memberikan sanksi hukuman bagi personil yang melakukan pelanggaran. Baik pelanggaran disiplin maupun Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Kapolres dalam amanatnya.

Keputusan tersebut juga lanjutnya tidak diambil dalam waktu singkat. Tetapi melalui proses yang sangat panjang, penuh pertimbangan, dan dengan senantiasa berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku.

Sebagai gambaran tekannya, pimpinan Polri telah melakukan langkah-langkah lainnya, sebelum ditetapkannya pemberhentian tidak dengan hormat. Seperti proses panggilan dengan maksud yang bersangkutan bisa berubah lebih baik dan disiplin dalam berdinas.

“Sampai akhirnya yang bersangkutan dipandang tidak layak untuk dipertahankan sebagai anggota Polri dan sebagai manusia biasa saya merasa berat dan sedih untuk melakukan upacara ini. Karena imbasnya bukan hanya kepada yang bersangkutan saja, tetapi juga kepada keluarga besarnya,”ujarnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Kapolres juga menekankan dan berharap kepada seluruh personil Polres Bima dan jajaran, secara pribadi maupun atas nama pimpinan tidak menginginkan adanya upacara PTDH ke depannya.

“Untuk itu mari kita ambil hikmah serta pelajaran dari upacara PTDH ini, jadikan introspeksi diri dan cerminan agar bisa menjadi pribadi yang baik dalam menjalankan tugas secara profesoional dan melaksanakan tugas dengan baik serta bertanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku,” imbuhnya.

Dia juga berharap, para Perwira atau pejabat Perwira yang diberi tanggung jawab, hendaknya menjadi teladan bagi anak buahnya dan melakukan pembinaan secara terus menerus dan tidak bosan untuk menegur, mengingatkan, menasehati anggotanya bila ada penyimpangan.

“Dan lebih baiknya sebelum terjadi pelanggaran,’’ tukasnya.

Mengakhiri amanatnya, Kapolres Bima kembali menekankan kepada seluruh personel Polres Bima untuk memetik pelajaran dari upacara PTDH, agar tidak lagi melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, tapi itu semua kembali kepada diri kita masing-masing bagaimana untuk kedepannya kita bisa lebih baik lagi dalam pelaksanaan tugas, juga tidak menodai institusi Kepolisian yang kita cintai ini,” tutupnya. (IKR)

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.-Bentrokan komunal hingga aksi main hakim sendiri yang terjadi di wilayah Bima beberapa hari belakangan ini, membuat Polres Bima terus menggencarkan Patroli Cipta...

Pendidikan

Bima, Bimakini.-Masyarakat terutama para pelajar di rasa cukup penting untuk mengetahui serta memerangi aksi radikalisme dan intoleransi yang ada di wilayah Kabupaten Bima. Karena...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.-Kasus peredaran Narkoba di wilayah Bima – Dompu belakangan ini kian merajalela. Terakhir Satuan Resnarkoba Polres Bima, mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MA...

Pendidikan

Bima, Bimakini.-Masing-masing Polsek di wilayah hukum Polres Bima, belakangan ini kian kencang melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah yang ada di wilayahnya masing-masing. Selain sosialisasi,...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.-Satuan Reskrim Polres Bima akhirnya menetapkan sebanyak sembilan orang sebagai tersangka dalam aksus kerusakan kantor Desa Oi Panihi Kecamatan Tambora Kabupaten Bima beberapa...