Connect with us

Ketik yang Anda cari

Opini

Stunting dan Pola Asuh Orang Tua

Firmansyah, S.Psi., M.MKes.

Saat ini stunting masih menjadi pusat perhatian berbagai pihak untuk dapat dituntaskan. Isu terkait stunting menjadi seksi karena bila prevalensinya tinggi akan berpengaruh pada rendahnya sumber daya manusia.

Berbagai pakar sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing berupaya mencari solusi agar stunting bisa dicegah dan tidak menjadi persoalan yang pelik bagi bangsa dan daerah.

Stunting bukanlah hal yang sederhana namun bila stunting muncul ke permukaan dan tidak ada upaya yang terencana dalam pencegahannya akan berdampak yang tidak baik bagi keberlangsungan program dan kegiatan pembangunan kedepannya.

Stunting terkait erat dengan masalah tumbuhkembang generasi bangsa dan daerah yang disebabkan oleh hal-hal seperti kekurangan gizi, kemiskinan, perceraian keluarga, keterlantaran anak dan lainnya.

Hal lainnya yang juga ikut memberikan sumbangsih terjadinya stunting adalah adanya penyebaran akses pembangunan yang belum merata, pola asuh keluarga yang tidak tepat, kurangnya pengetahuan orang tua terkait tumbuhkembang dan lainnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Secara sederhana stunting disebut sebagai proses gagal tumbuh yang dialami individu yang prosesnya dari awal pembuahan hingga 1000 hari pertama kehidupan.

Dampak dari stunting, negara atau daerah akan kehilangan generasi cerdas, sehat, unggul, tangguh, kreatif, inovatif dan lainnya.

Dengan stunting membuat generasi bangsa dan daerah tidak dapat berkontribusi secara maksimal bagi kemajuan bangsa dan daerah ke arah yang jauh lebih baik.

Guna menurunkan prevalensi stunting pemerintah daerah dengan melibatkan banyak pihak berupaya secara maksimal mencegah dan menanggulangi stunting dengan berbagai program dan kegiatan pembangunan.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Pola Asuh Orang Tua

Pola asuh orang tua adalah sesuatu hal yang berkaitan dengan bagaimana orang tua mendidik, membimbing, mengasuh, mengarahkan dan juga memberikan perilakuan kepada buah hatinya dalam kurun waktu tertentu.

Para ahli menyebut pola asuh orang tua dari awal pembuahan dirahim ibu hingga pada 1000 hari pertama kehidupan akan sangat berpengaruh bagi tumbuhkembang anak.

Bila dalam rentang waktu awal pembuahan hingga 1000 hari pertama kehidupan pola asuh orang tua tepat dan sesuai akan mendorong anak bisa tumbuh baik dan sehat dan dengan pola asuh yang baik dan tepat secara dini stunting bisa dicegah dan ditanggulangi.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Berikutnya bila dalam rentang waktu pembuahan hingga 1000 hari pertama kehidupan pola asuh yang diterapkan orang tua tidak tepat akan berkontribusi pada tidak baiknya proses tumbuhkembang anak dan bisa menjadi penyebab terjadinya stunting.

Hal penting lainnya yang perlu dipahami terkait pola asuh orang tua yang tepat yaitu adanya perilakuan orang tua ketika merawat dan mengasuh bayinya hal-hal yang sangat dibutuhkan bayi untuk tumbuhkembang secara maksimal selama masa pertumbuhan seperti adanya asupan gizi, karbo hidrat, vitamin secara memadai serta kondisi psikologis ibu saat sedang bersama anak sangat diperhatikan.

Sedangkan pada pola asuh yang tidak tepat dari orang tua selama masa pengasuhan hal-hal penting yang dibutuhkan bayi untuk tumbuhkembang secara sehat dan maksimal seperti adanya asupan gizi, vitamin, karbohidrat, ASI dan juga kondisi psikologis ibu kurang diperhatikan dan ini sangat rentan terjadinya stunting.

Bagaimana Pola Asuh Berdampak pada Stunting?

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait pola asuh orang tua dan dampaknya terhadap kemunculan stunting harus secara terus menerus dilakukan oleh berbagai pihak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya untuk memotivasi orang tua, keluarga dan masyarakat.

KIE bisa dilakukan secara kontinu pada kelompok rentan stunting yaitu pada kalangan orang tua atau keluarga dengan kondisi sosial ekonomi menengah ke bawah.

Pada orang tua atau keluarga dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah kadang-kadang dalam memberikan pola asuh hal-hal penting terkait dengan tumbuhkembang anak kurang diperhatikan dan cenderung berprinsip anak bisa tumbuh kembang secara alamiah.

Kemudian orang tua atau keluarga dengan status sosial ekonomi menengah ke bawah dalam hal pemberian pola asuh mereka harus pandai-pandai berbagi waktu untuk melakukan pengasuhan dan juga harus bekerja memenuhi kecukupan kebutuhan keluarga.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Hal lainnya yang juga terjadi pada orang tua atau keluarga dengan status sosial ekonomi ke bawah yang berdampak pada stunting adalah ketika mereka memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengasuhan hal terkait gizi, karbohidrat, vitamin yang dibutuhkan bayi tidak dapat terpenuhi dengan cukup memadai.

Cegah Stunting Butuh Sinergisitas

Karena stunting berkaitan dengan persoalan yang kompleks kemudian menjadi harapan bersama dalam menuntaskannya dibutuhkan adanya sinergisitas, kolaborasi dan kebersamaan dari semua pihak.

Dengan adanya sinergisitas, kolabarasi dan kebersamaan dari semua pihak intervensi terhadap stunting dapat dilakukan dengan mengerahkan segala potensi yang dimiliki.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Di Kabupaten Dompu sinergisitas, kolaborasi dan kebersamaan semua pihak dalam pencegahan dan penanggulangan stunting sudah terbangun dengan baik dan untuk kesuksesan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting di masa datang apa yang sudah mampu dibangun dengan baik itu dapat lebih ditingkatkan lagi.

Di tingkat Kabupaten sinergisitas dalam pencegahan stunting dimotori Bappeda-Litbang dengan menggandeng Dinas Kesehatan, OPD dan Stekeholders terkait di awali dengan kegiatan rembug stunting lalu kemudian dilanjutkan dengan berbagai rakor terknis terkait pencegahan stunting tingkat Provinsi NTB maupun di tingkat Nasional.

Wujud dari sinergisitas tersebut adanya semangat yang sama dari semua pihak sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing untuk terdorong secara dini berupaya mencegah dan menanggulangi stunting.

Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua untuk mengurangi prevalensi stunting dan menyambut hadirnya generasi emas bangsa dan daerah di tahun 2045.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Penulis adalah Firmansyah, S.Psi., M.MKes, Konsultan Psikologi pada Lembaga Konsultasi dan Bimbingan Psikologi “Buah Hati” juga sebagai Koordinator Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Setda Dompu dan Anggota Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Dompu.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Pemerintah Kabupaten Bima  makin menguatkan kolaborasi untuk penurunan stunting.  Pemkab Bima sudah melaksanakan aksi ketiga dari delapan aksi dalam penanganannya. Yakni rembuk...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Ada dua pendekatan yang dilakukan dalam penanganan stunting di Kabupaten Bima. Yakni pendekatan spesifik dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan DPPPAKB sebagai pengampu...

Peristiwa

Mataram, Bimakini.- HBK PEDULI, Yayasan yang dimiliki Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) membuktikan komitmennya membantu pemerintah...

Olahraga & Kesehatan

Bima, Bimakini.- Pemerintah Desa (Pemdes) Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima berhasil menekan angka stunting. Untuk tahun 2020 stunting berada di angka 54 persen dan...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Desa Doro O’o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima, dalam waktu tiga tahun terakhir, kasus gizi buruk pada anak-anak meningkat. Hal itu diungkap oleh...