Connect with us

Ketik yang Anda cari

Ekonomi

Petani Diajak Tanam Kedelai, Antisipasi Kelangkaan Pupuk

Kasi Pengawas Benih Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Bima, Amran,S.Pt

Bima, Bimakini.- Kelangkaan pupuk menjadi momok menakutkan bagi petani. Betapa tidak, rebutan pupuk urea subsidi di tiap pengecer yang ada di Bima menjadi tontonan gratis saat ini, padahal kebutuhan pupuk di Musim Kemarau (MK)  tidak begitu riskan. Hal tersebut merupakan gambaran bahwa petani akan kesulitan mendapatkan pupuk untuk  kebutuhan komoditi jagung di Musim Hujan (MH) Tahun 2022 – 2023 mendatang.

Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan pupuk tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Bima melalui Kasi Pengawas Benih Tanaman, Amran,S.Pt mengimbau kepada seluruh petani untuk merubah pola tanam. Yakni dari komoditi  Jagung ke komoditi Kedelai, karena dinilai penggunaan pupuk komoditi kedelai tidak banyak ketimbang jagung.

“Kalau pola tanam bisa dirubah oleh petani. InsyaAllah masalah kelangkaan pupuk teratasi,” ucap Amran.

Selain merubah pola tanam, petani juga diimbau untuk merubah pola pemupukan. Baik untuk komoditi jagung, kedelai maupun komoditi lainnya.

“Pola pemupukan harus dirubah, selama ini petani tidak mengikuti petunjuk teknis,” tuturnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk, kita sudah sampaikan ke tingkat kecamatan dalam hal ini adalah UPT Pertanian. Untuk memberikan pemahaman terhadap petani, agar MH Tahun 2022 – 2023 merubah pola tanam.

“Kita sudah arahkan semua UPT Pertanian di tiap kecamatan mendata lahan tadah hujan untuk ditanami kedelai. Hal itu penting mengingat terjadinya kelangkaan pupuk urea subsidi,” bebernya.

Disamping itu, lanjut Amran, secara analisa pengalihan ke komoditi kedelai juga lebih menguntungkan dari pada komoditi jagung. Karena pemerintah pusat sudah menetapkan harga kedelai minimal 10 ribu per kg.

“Jika petani alih ke komoditi kedelai sangat diuntungkan. Selain penggunaan pupuk sedikit, harga sangat menggiurkan,”  urainya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ia berharap, para petani mau merubah pola tanam, sehingga ketersediaan pupuk tercukupi.

“Kalau petani mau rubah pola tanam. Yakin saja masalah kelangkaan pupuk bisa dilewati,” tutupnya. KAR

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Ekonomi

Bima, Bimakini.- Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima menemui para pengecer serta para Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Sanggar, Kamis (27/01). Pertemuan ini membahas...

Hukum & Kriminal

Mataram, Bimakini.- Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) Mataram menggelar aksi demonstasi di depan Kantor Mapolda NTB, Kamis, (9/12) dimulai pukul 09.35 Wita.  Puluhan mahasiswa menggedor...

Pemerintahan

Bima, Bimakini.- Pasca-unjuk rasa petani di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga yang menyebabkan terjadinya blokade jalan lintas Bima Dompu hingga terjadi insiden bentrok, Sabtu (4/12)...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Buntut dari aksi hadang jalan yang dilakukan warga Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Sabtu (4/12). Pihak distributor CV Rahmawati menyalurkan pupuk...

Peristiwa

Bima, Bimakini.- Aksi demontrasi yang dilakukan Masyarakat Tani Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima masih berlangsung hingga pukul 14.10 Wita. Aksi tersebut berujung kisruh,...