Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

️Rachmat Hidayat: Selama Guru Masih Ada, Peradaban Manusia Tidak akan Hancur

Rahmat Hidayat

MATARAM, Bimakini.- Anggota DPR RI H Rachmat Hidayat menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih tiada henti untuk seluruh guru di Bumi Gora. Bagi Rachmat, Guru adalah ujung tombak pendidikan bangsa. Karena itu, guru tak akan pernah berhenti menjadi pelita untuk anak bangsa.

Bersama para guru di seluruh NTB, Rachmat ikut bersuka cita atas perayaan Hari Guru yang diperingati di seluruh Indonesia hari ini, 25 November 2022. Seluruh guru kata Rachmat, layak mendapat apresasi dari semua pihak pada hari ini.

Rachmat terlahir dari keluarga guru. Ayahandanya, Guru Ramiah, adalah tokoh dan tenaga pendidik yang memiliki nama sangat masyhur di Lombok Timur. Karena itu, Rachmat tahu persis, bagaimana mereka yang menempuh jalan hidup untuk mengajar, akan belajar dua kali lipat lebih keras daripada anak didiknya.

“Pendidikan merupakan pintu peradaban dunia. Pintu tersebut tidak akan terbuka kecuali dengan satu kunci, yakni seorang sosok guru,” imbuh Rachmat, Jumat 25 November 2022

Bagi Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini, suka cita dan momentum perayaan Hari Guru harusnya dimaknai dalam dua sudut pandang. Bagi ibu dan bapak guru, mereka harus menyadari bahwa dirinya adalah inspirator dan teladan bagi murid dalam bersikap dan berperilaku. Sebab, guru adalah semangat bagi murid tidak saja dalam mempelajari dan menekuni ilmu, tapi juga sebagai contoh dalam berakhlak.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

“Karena kedudukan yang mulia tersebut, seorang guru adalah cermin jernih tanpa noda bagi murid, bukan sebaiknya. Dengan demikian, guru harus tetap menjaga akal budinya,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Sementara bagi murid, momentum Hari Guru ini, harus menjadikan mereka semakin memahami bahwa tanpa guru, mereka tidak akan mengerti diri dan lingkungannya. Para murid harus menyadari bahwa kehidupannya sekarang adalah hasil jerih payah dan keikhlasan guru-gurunya dalam mendidik. Keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupan murid tidak bisa dipungkiri adalah berkat peran dari guru yang telah mengisi akal budinya sehingga tangguh mengadapi bahtera kehidupan.

“Karena itu, tidak pantas bagi siapa pun untuk melupakan jasa guru,” tandas tokoh kharismatik Bumi Gora ini.

Musabab itu, selayaknyalah, para guru dimuliakan. Mereka adalah sosok terhormat dan penuh dedikasi yang memberikan segala jerih payahnya bagi calon generasi bangsa. Apalagi, tak hanya sebagai pengajar, mereka juga bertindak sebagai pendidik. Di lain sisi, sosok guru juga menjadi panutan bagi setiap muridnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bernilai.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Rachmat menegaskan, guru memang adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bukan lantaran mereka tidak memiliki jasa. Justru sebaliknya, lantaran jasa mereka yang sangat besar dan tidak terbilang, sehingga akan menjadi teramat sulit bagi siapa pun untuk membalasnya.

*Tempat Istimewa*

Atas jasanya yang begitu besar itulah, sudah selayaknya guru mendapatkan apresiasi yang tinggi. Rachmat mencontohkan, bagaimana Bung Karno menempatkan guru sebagai figur yang sangat istimewa. Politisi senior PDI Perjuangan ini menceritakan bahwa Bung Karno memandang guru sebagai kelompok masyarakat spesial yang berperan membentuk akal dan jiwa anak-anak penerus bangsa.

Bung Karno kata Rachmat pernah menyebutkan dengan tegas, bahwa satu bangsa akan kehilangan rasa perikemanusiaan jika guru-guru di semua perguruan hanya tahu mengajar, menulis, dan menghitung saja. Namun, guru yang memiliki jiwa kebangunan akan berhasil membentuk akal dan jiwa anak-anak didik mereka.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Itu sebabnya, Bung Karno menganggap, selama guru masih ada, peradaban manusia tidak akan hancur. Sehingga posisi guru menjadi sangat penting untuk membangun peradaban manusia.

”Melihat peran para guru seperti itu, tidak berlebihan jika saya katakan para guru adalah penjaga masa depan bangsa sekaligus kompas yang mengarahkan masa depan anak-anak bangsa,” tandas tokoh yang disebut “Datu Lombok” ini.

Di sisi lain, tanggung jawab guru juga sungguh besar. Di pundak mereka bahkan kini, keberhasilan literasi diletakkan. Baik literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan. Sebagaimana UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang memberi amanat besar kepada mereka yang didefinisikan sebagai ‘guru’ dan ‘dosen’. Undang-undang itu menyebutkan ‘guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.’

Kepada seluruh pengurus dan kader PDI Perjuangan di NTB, Rachmat pun menginstruksikan untuk mereka turut memuliakan para guru pada momentum peringatan Hari Guru ini. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, aktivitas pendidikan masih dapat terus berlangsung sepenuhnya karena adanya inovasi, kreativitas, dan dedikasi dari para guru. Dunia pendidikan melakukan penyesuaian dan para guru melakukan adaptasi.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Para guru juga terus mengambil peran vital. Mereka tak tergantikan dalam menavigasi putra-putri bangsa di tengah berbagai tantangan dunia modern dan kemajuan teknologi. Guru memegang peranan penting dalam upaya pemerintah membangun kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan Indonesia Maju.

“Selamat Hari Guru untuk seluruh ibu dan bapak guru di NTB. Apresiasi dan terima kasih yang tinggi dari kami,” tandas Rachmat. Ian

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bima dan Kota Bima, menggelar Upacara memperingati HUT...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Peserta Kampus Mengajar Angkatan 2 menggelar HUT ke-76 PGRI dan Guru, Jumat (27/11/2021) di SDN Inpres Kawae, KecamatanWawo, Kabupaten Bima. Meski diguyur...

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.- Pemerintah Kota (Pemkot) Bima memeringati Hari Guru, Senin (25/11). Upacara peringatan berlangsung di halaman Kantor Pemkot Bima dan diikuti seluruh Aparatur...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Wakil Bupati (Wabup) Bima, Drs H Dahlan HM, Noer, MPd berpesan kepada guru, agar tidak mengubah cita-cita sebagai pendidik, tapi ubah metode...

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2018, terdapat sejumlah catatan mengenai  perlindungan guru. Tahun ini ada guru yang meninggal akibat dianiaya...