Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Tantangan dan Solusi Untuk Bangkit Bersama JARA PASAKA Menuju Dompu MASHUR

Paruga Parenta Dana Ngahi Rawi Pahu.

Dompu, Bimakini. – Untuk mewujudkan Kabupaten Dompu yang Mandiri, Sejahtera, Unggul dan Religius (MASHUR) sebagaimana visi – misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dompu, H Kader Jaelani dan H Syahrul Parsan ST, MT (AKJ – SYAH) periode 2021 – 2026 melalui program unggulan Jagung, Porang, Padi, Sapi dan Ikan (JARA PASAKA) tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Sejak dilantik jadi Bupati dan Wakil Bupati Dompu pada Jumat, 26 Februari 2021 lalu. Ada banyak tantangan maupun kendala yang dihadapi Pemerintahan AKJ – SYAH dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut.

Pertama, pandemi COVID-19. Bencana non alam yang melanda Indonesia dan Kabupaten Dompu tersebut membuat sistem sosial berubah, termasuk tata cara dan sistem kerja di birokrasi. Pada saat yang sama, anggaran daerah yang seharusnya diprioritaskan untuk program unggulan Jagung, Porang, Padi, Sapi dan Ikan (JARA PASAKA) saat itu banyak dialihkan untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Kedua, hambatan anggaran. Anggaran daerah terbatas karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbatas. Selama ini, Pemerintah Daerah mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. Ketika DAK dan DAU itu dikurangi serta dirasionalisasi oleh Pemerintah Pusat. Maka praktis daerah kesulitan menuntaskan programnya.

Ketiga, birokrasi. Birokrasi di daerah masih lamban merespon dan merealisasikan apa yang menjadi visi, misi dan program Kepala Daerah. Kelambanan itu bisa terjadi karena belum memahami seutuhnya apa yang menjadi visi, misi dan program kepala daerah. Atau bisa jadi, tidak mau atau enggan melaksanakan apa yang menjadi visi, misi dan program Kepala Daerah. Itu semua soal mindset dan kultur birokrasi yang tidak mau repot, yang bekerja konteks dan tekstual serta soal kultur birokrasi yang sulit menerima perubahan. Ya, bekerja begitu-begitu saja.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Keempat, kultural. Hambatan kultural adalah hambatan yang datang dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat yang sulit merubah baik cara pandang maupun sikap dalam merespon setiap kebijakan Pemerintah Daerah. Sebaik apapun kebijakan, visi, misi dan program Kepala Daerah. Jika tidak didukung sepenuhnya oleh masyarakat. Maka, itu menjadi sia-sia.

Terakhir, masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Dompu yang terbatas. Ditengah banyaknya program kerja perioritas dan unggulan AKJ – SYAH, mustahil direalisasikan seutuhnya dengan kondisi masa jabatan yang terbatas, yaitu hanya sekitar 3,6 tahun.

Jika dikalkulasi secara politik, Pemerintahan AKJ – SYAH hanya 2 (dua) tahun menjalankan roda pemerintahan yang efektif. Pada waktu itu, AKJ – SYAH dapat menunaikan janji-janji politik secara efektif. Karena untuk tahun pertama, habis waktu untuk menyusun RPJMD dan RKPD, konsolidasi, komunikasi dan sosialisasi program. Satu tahun terakhir, sudah mulai disibukkan dengan persiapan menghadapi Pilkada serentak tahun 2024 mendatang.

Upaya menghadapi tantangan tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, ditengah keterbatasan anggaran perlu dilakukan sinkronisasi program Pemerintah Pusat, Propinsi, Daerah hingga pada Pemerintah Desa. Apa-apa yang menjadi program Daerah harus selaras dengan tematik program Pemerintah Pusat.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Misalnya, jika tematik program pusat itu lebih banyak untuk pengembangan sektor Pariwisata dan UMKM. Maka, program Daerah harus diarahakan kesana. Selain itu, harus ada kolaborasi program antara Pemerintah Pusat, Provinsi dengan Pemerintah Daerah.

Termasuk kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Pemerintahan Daerah itu sendiri. Misalnya program pengembangan Pariwisata, disitu bukan saja dikembangkan oleh Dinas Pariwisata, akan tetapi dapat didukung oleh Dinas lainnya.

Untuk pembangunan infrastruktur, dapat melibatkan atau didukung oleh Dinas PUPR, begitupun dengan yang lainnya. Dengan sinkronisasi dan kolaborasi itu, semua program kerja dapat dilakukan secara bersama, lebih efektif dan efisien dari aspek energi, waktu dan biaya. Yang paling penting adanya efisiensi pengunaan anggaran. Penggunaan anggaran harus benar-benar fokus dan tepat sasaran untuk mendukung terwujudnya program Dompu yang MASHUR.

Kedua, evaluasi birokrasi secara berkala dan proporsional. Evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana birokrasi itu bekerja dalam membantu kepala daerah mewujudkan visi, misi dan programnya. Pada momentum itu, harus ada reward dan punishmen untuk birokrasi yang memiliki prestasi kerja.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Begipun sebaliknya, memberikan hukuman bagi birokrasi yang malas, lambat dan tidak bekerja sesuai tupoksi. Bila perlu pada porsi ini, dilakukan promosi, rotasi bahkan demosi untuk para pejabatnya.

Ketiga, sosialisasi terus menerus kepada masyarakat agar mengetahui, memahami dan muncul kesadaran untuk mendukung setiap kebijakan kepala daerah. Sosialisasi dapat dilakukan secara formal, lebih-lebih secara informal. Terutama langkah-langkah kongkrit menuju Kabupaten Dompu yang Mandiri, Sejahtera, Unggul dan Religius (MASHUR) yang dicita-citakan bersama.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan mendampingi Bupati Dompu saat melakukan kunjungan kerja dan menyasar komoditi Porang di Kecamatan Pekat, Sabtu (12/11/2022) waktu lalu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM., Sabtu (03/12/2022) menyampaikan bahwa dalam menjalankan program JARA PASAKA khususnya di bidang pertanian (Jagung, Porang dan Padi) pada prinsipnya telah berjalan sesuai skenario dan rencana yang diinginkan, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada.

Terutama komoditi padi dan jagung, katanya telah berjalan sebagaimana mestinya. Namun yang menjadi kendala adalah terkait nilai jual dan penambahan akan nilai tambah produk. Fluktuasi harga dan ketersedian sarana produksi seperti pupuk masih menjadi sebuah permasalahan yang harus dirampungkan.

“Artinya dari sisi proses budidaya dalam menaikan produksi relatif tidak ada masalah yang relatif besar. Serangan organisme penggangu tanaman baik itu hama penyakit relatif aman, begitu juga kaitan gangguan karna bencana alam relatif tidak banyak,” ungkapnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Katanya, kendala lain adalah akan nilai tambah produk, seperti komoditi padi. Petani saat ini masih fokus menjual dalam bentuk gabah. Hal-hal seperti itu yang masih sampai sekarang harus diupayakan perbaikan bersama.

Terkait porang, permasalahannya adalah komoditi baru. Sebagai komoditi baru memang sangat terkendala akan perluasan areal tanam, karena harus diakui bahwa faktor resiko kepastian pasar dan harga jual harus benar-benar diantisipasi. Terkait dua tersebut, itu yang menjadi permasalahan akan program porang saat ini.

Disamping itu, proses budidaya porang membutuhkan biaya produksi yang tinggi dan harus ada sentuhan dari investor. Sehingga saat ini, program porang hanya fokus pada demplot dan memperhatikan perkembangan porang yang telah ditanam secara swadaya oleh masyarakat.

Mesti dalam menjalankan program JARA PASAKA untuk mewujudkan Kabupaten Dompu yang Mandiri, Sejahtera, Unggul dan Religius (MASHUR) ditemui banyak kendala dan tantangan, namun dirinya optimis dan berupaya semaksimal mungkin menuju tujuan itu.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Terutama harga jual produk untuk komoditi jagung yang telah berhasil diperjuangkan, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung yang awalnya dari harga Rp3.100 rupiah menjadi Rp4.200 rupiah. Itu modal regulasi sebagai alat intervensi ketika harga turun dibawah HPP.

Kemudian saat ini, dirinya bersama Pemerintah Daerah juga sudah mengupayakan adanya fasilitas Cord Drying Center (CDC) yang akan diresmikan Desember 2022 ini.

“Adanya CDC tersebut diharapkan harga jagung akan bersaing. Sehingga yang selama ini dominasi gudang-gudang swasta yang mendrive harga ke depan akan memiliki kompetitor. Sehingga harga menjadi menarik,” terangnya. AZW

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.
Advertisement

Berita Terkait

Opini

Oleh Firmansyah, S.Psi., M.MKes. Dompu, Bimakini. – Merilis dari https://hallosehat.com Selasa (22/01/23) menyebut selain orang dewasa, golongan lansia termasuk kelompok usia yang rentan mengalami...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Wakil Bupati Kabupaten Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MT., pada apel koordinasi di Lapangan Beringin Pemda Dompu, Selasa (17/01/2023) membeberkan sejumlah...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Upaya mengantisipasi kenakalan remaja dan bahaya lain akibat keluyuran di malam hari, Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu berlakukan jam malam. Hal tersebut...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini, – Upaya mencerdaskan pelajar di Bumi Nggahi Rawi Pahu agar bisa bersaing ditingkat regional, nasional hingga Internasional. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu...

Opini

Dompu, Bimakini. – Alat Permainan Edukasi (APE) memiliki fungsi bagi tumbuh dan kembang anak. Melalui APE berbagai aspek penting seperti perkembangan kognitif, sensomotorik, pengenalan...