Connect with us

Ketik yang Anda cari

Opini

Kota Bima Saat Ini Mulai Bersih

Oleh : Munir Husen

(CALEG PKS DAPIL III)

Salah satu program prioritas Pj Walikota Bima adalah masalah kebersihan, artinya program tersebut bersifat signifikan. Guna membumikan Kota Bima bersih dari sampah diperlukan terobosan, gagasan, dan inovasi sehingga program prioritas tersebut bisa merubah wajah Kota Bima menjadi Kota bersih.

 

Pj. Walikota Bima H.M. Rum sekitar dua bulan menjabat, program prioritasnya sudah mulai berjalan. Secara faktual harus diakui Kota Bima mulai bersih, tidak ada lagi tumpukan sampah, tidak ada sampahyang berserakan. Upaya maksimal Dinas Lingkungan hidup terus dilakukan, teknis operasinal penanganansampah ada perubahan signifikan.

 

Guna mewujudkan Kota Bima bersih, diperlukanpenanganan sampah secara paripurna mulai dari hulu ke hilir. Sehingga penanganannya dapat dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima sebagai penanggungjawab teknis operasional dan Camat.

 

Camat ini perlu dilibatkan sebagai Kepala Pemerintahan Kecamatan dalam rangka mempercepat target Kota Bima bersih dari sampah, diperlukan regulasi kewenangan Camat dengan Peraturan Walikota Bima sebagai penanggungjawab dimasing-masing kecamatan.

 

Upaya ini dilakukan karena Camat mengetahui persis kondisi real wilayahnya, sehingga penangannya lebih efektif. Untuk memaksimalkan penanganan sampah ini, Pj. Walikota Bima bisa mengambil sampel satu Kecamatan untuk dijadikan pilot Proyek kebersihan.

 

Program Jumat Pagi Membersihkan Lingkungan (Jumpa Berlian), dilakukan sekali sepekan agar lingkungan benar-benar bersih dari segala jenis sampah. Kegiatan tersebut dalam rangka menumbuhkan kesadaran Masyarakat untuk mewujudkan polah hidup bersih dan sehat. Pj. Walikota Bima bisa menyapa masyarakat agar lebih mencintai lingkungan dengan menjaga kebersihan.

 

Gerakan masyarakat Jumat Pagi Membersihkan Lingkungan melibatkan Masyarakat, ASN di lingkup Pemkot Bima, Aparat TNI, Polri Organisasi lingkungan, Tokoh Masyarakat, Pemuda, Karang Taruna, RT, RW dalam satu ikatan koloborasi.Menghasilkan output Kota Bima bersih dari sampah.

 

Terminologi Gerakan masyarakat Jumat Pagi Membersihkan Lingkungan adalah branding yang digaungkan oleh Pemkot Bima agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan.  Lingkungan kotor akan berdampak pada kehidupan yang kotor. Misalnya penyakit DBD, banjir dan sebagainya.

 

Respon Masyarakat, terhadap gerakan Masyarakat Jumat pagi bersihkan lingkungan ditempat kelurahan yaitu, Kel. Tanjung, Kel. Melayu, Kel. Nae dan Kel. Pane sangat positif. Selama ini program kebersihan belum pernah dilakukan sebelumnya sampai di tingkat Kelurahan.

 

Pola yang dibangun adalah pola gotong royong. Artinya budaya gotong royong merupakan karaktresistik Masyarakat yang melekat berdasarkan adat istiadat menjadi modal kebersamaan untuk menjadikan Kota Bima bersih dari sampah. Pola gotong royong semakin memperkuat silaturrahmi antar sesama warga tanpa membedakan suku, agama, ras dan antar golongan.

 

Sebagai dasar program Kota Bima bersih, Pj Walikota Bima didalam melaksanakan Sampah yaitu Peraturan Walikota Bima Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksana Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah.

 

Kemudian Pj. Walikota Bima mengeluarkan kebijakan Surat Nomor :018/5-7/X/DLH/2023 yaitu tentang Program Gerakan Masyarakat Jumpat Pagi Membersihkan Lungyngan (Gema Jumpa Berlian). berisi mengkampanyekan, mengedukasi, memsosialisasikan dan jajaran agar mensukseskan kegiatan lingkungan masing-masing.

 

Kebersihan lingkungan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Menciptakan kebersihan lingkungan merupakan upaya untuk menjadikan kehidupan yang sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit seperti diare, demam berdarah, muntaber dll.

 

Masalah kebersihan lingkungan sering terjadi dikarenakan tidak adanya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Seperti membuang sampah sembarangan  sehingga mengakibatkan banjir saat musim hujan tiba.

 

Oleh karena itu pengaruh buruk dari lingkungan itu sebenarnya dapat dicegah dengan mengembangkan kebiasaan prilaku hidup sehat dan bersih serta  menciptakan lingkungan yang baik maka dari itu kebiasan hidup sehat akan dilakukan dengan berbagai cara (Proceedings UIN 2021).

 

Penanganan sampah ini termasuk salah satu masalah yang pelik bagi Pemerintah. semakin meningkatnyajumlah penduduk, maka otomatis semakin tinggi tingkat konsumsi masayarakat.

 

Penanganan sampah bukan saja tanggungjawab Pemerintah, melainkan juga Masyarakat, sehingga diperlukan kesadaran Masyarakat terhadap permasalahan sampah. Karena sampah bisa menjadi ancaman kehidupan masyarakat dan generesasi penerus.

 

Sampah bisa dibersihkan dengan kesadaran kolektif dan dihimpun dalam tali ikatan gotong royong secara turun temurun. Bukan saja terhadap sampah, melainkan segala aspek kehidupan Masyarakat. Namun disisi lain secara syar’i mempererat hubungan silaturahmi sesama Warga dan Pemerintah.

 

Allahualam Musta’an.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Opini

Oleh : Munir Caleg PKS Dapil III Asakota   Kunjungan Pj. Walikota Bima dengan pejabat OPD 15 Januari 2024 di Istana Wapres diterima oleh...

Opini

Oleh : Munir (Caleg PKS Dapil III Asakota) Pemilu adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk memilih anggota DPR, DPD, Presiden dan Wakil presiden dan DPRD...

Opini

Oleh : Munir Caleg PKS Dapil III Asakota Kelurahan Melayu Kec. Asakota luas wilayahnya 102,03 Ha/M2 jumlah penduduk 5.700 jiwa, tersebar di 15 RT...

Opini

Oleh : Munir Caleg PKS Dapil III Asakota   Pemimpin dan rakyat bagaikan dua sisi matauang, sulit dipisahkan satu dengan lainnya.Tidak ada pemimpin tanpa...

Opini

Oleh : Munir Caleg PKS Dapil III Asakota Saat ini, pemerintah daerah menggarap destinasi pariwisata sebagai salah satu pemasukan daerah yang menjanjikan. Pemda giat...