Connect with us

Ketik yang Anda cari

Opini

Apakah Kita Termasuk Orang Tua Assertif?

Firmansyah, S.Psi., M.MKes.

Oleh Firmansyah, S.Psi., M.MKes

Orang tua adalah sosok penting dibalik eksistensi buah hatinya. Berdasarkan teori psikologi tabularasa dengan tokoh utamanya John Locke, memandang anak ketika ia dilahirkan seperti kertas putih tidak ada tulisan. Kosong tidak ada apa-apanya.

Dari teori tabularasa itu juga kemudian mengibaratkan seorang anak ketika mereka dilahirkan oleh bundanya, bayi yang lahir itu diibaratkan kaset kosong yang tidak ada isinya, tidak ada nyanyian atau pun irama lagunya.

Sebagai umat muslim kita pun telah diingatkan oleh Baginda Rasulullah Muhammad Salalahu Alaihi Wasallam dalam satu hadistnya bahwa ketika anak dilahirkan mereka dalam keadaan bersih. Ibaratkan kain putih mereka bebas dari noda.

Hadis dimaksud makhfumnya “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim).

Uraian tersebut menggambarkan betapa peran penting orang tua di masa pola asuh yang diterapkan kepada buah hatinya mempengaruhi hitam putihnya mereka di masa depan. Karakter ataupun kepribadian anak sangat ditentukan oleh bagaimana orang tua menerapkan pola asuhnya.

Apakah sedang berada di sekolah atau di luar sekolah, di rumah atau di luar rumah mereka adalah anak yang cerdas, lincah, sehat, unggul, terampil, cekatan, kuat, dan berakhlak ataupun tidak, pola asuh yang diterapkan orang tua selama masa pengasuhan menentukan hitam dan putihnya karakter ataupun kepribadian anak.

Salah satu potensi dari banyak potensi yang dimiliki orang tua yang ikut memberikan pengaruh bagi pembentukan, sikap, perilaku karakter ataupun keperibadian buah hati adalah pola interaksi atau komunikasi yang asertif dari orang tua.

Orang tua yang asertif adalah orang tua yang dapat terbuka dan menghargai perbedaan antara orang tua dan anak sekalipun hal tersebut tidak nyaman. Orang tua yang asertif dapat menyampaikan pendapatnya dengan tenang tanpa harus mengancam atau takut terancam oleh anaknya.

Menurut MacNeilage dan Adams, komunikasi asertif adalah suatu bentuk tingkah laku interpersonal yang terdiri dari komunikasi secara langsung, terbuka, dan, jujur yang menunjukkan pertimbangan dan penghormatan terhadap individu lain.

Maksudnya adalah komunikasi asertif adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain yang bersangkutan.

Mengutip dari Psikolog Lucky dalam Jawa Post.Com https://www.jawapos.com, karakteristik dari pola hubungan (interaksi) orang tua anak yang assertif ditandai adanya hal- hal seperti;

Menatap mata buah hati saat berinteraksi secara positif, tetapi tak mengintimidasi, tidak mendominasi maupun hanya menjadi pendengar dalam percakapan, mengungkapkan pendapat langsung pada poinnya, penyampaian jujur, sesuai dengan gestur dan bahasa tubuh.

Berikutnya tegas dan ramah tanpa menampakkan emosi negatif atau kebencian, yang disampaikan logis dan berdasar fakta, mampu menggunakan pengandaian seperti ilustrasi cerita yang serupa dengan apa yang dialami anak.

Lainnya bisa menginisiatori percakapan dengan gaya bertanya (misalnya, ”Tadi, di kantor Ibu… Kalau kakak di sekolah tadi, gimana? Ada cerita apa?”) dan melibatkan anak untuk mencapai solusi sehingga kesepakatan yang dicapai menguntungkan kedua belah pihak.

Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua terutama bagi para orang tua, pendidik dan juga pihak lain yang peduli pada tumbuhkembang anak agar bisa menerapkan pola interaksi yang membantu anak mengalami tumbuhkembang kearah yang positif.

Penulis adalah Konsultan Psikologi pada Lembaga Konsultasi dan Bimbingan Psikologi “Buah Hati”, Kabupaten Dompu juga sebagai Koordinator Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Bagian Prokopim Setda Dompu dan aktif sebagai Anggota PPM Kabupaten Dompu.

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Bupati Kabupaten Dompu, H. Kader Jaelani (AKJ) resmi melantik eks Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu Firman, S.Pd., sebagai Kepala...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 65 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2023 tingkat Kabupaten Dompu yang dilaksanakan di...

Opini

Oleh Firmansyah, S.Psi., M.MKes Remaja adalah kelompok usia yang sering menarik perhatian banyak pihak untuk mendiskusikannya. Sering bermasalah di banyak aktivitasnya membuat orang tua...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu, Hj Iris Juwita Kastianti, SKM.M.MKes., mendorong agar masyarakat dapat mewujudkan keluarga...

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) melaksanakan rapat koordinasi percepatan penanganan stunting tingkat Kabupaten Dompu...