Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Tidak Ada Solusi Saat Mediasi, Polisi Diminta Proses Hukum Kasus Penganiyaan Ibu Hamil

Korban dugaan penganiayaan.

Dompu, Bimakini. – Upaya mediasi kasus penganiayaan terhadap ibu hamil, Aisyah asal Desa Riwo, Kecamatan Woja yang dilakukan Polsek Woja dengan terduga pelaku HAY tidak menemui solusi. Kedua belah pihak menginginkan agar kasus tindak pidana kekerasan itu dianjutkan dan diproses secara hukum.

“Kemarin saya dipertemukan dengan terduga pelaku oleh pihak penyidik Polsek Woja untuk dilakukan mediasi dan disepakati akan mengganti rugi dan memberikan uang pengobatan terhadap saya, Namun hingga saat ini hasil kesepakatan itu hanya di ia kan saat di Polsek saja, tiba-tiba saya di panggil oleh pihak APH di Polres Dompu,” terang korban Kamis (07/12/2023).

Dia mengaku tidak adanya informasi atas tindak lanjut terhadap proses hukum yang korban dapatkan, pihaknya pun kembali menghadap pihak APH guna menanyakan perkembangan kasus yang korban laporkan.

“Saya kemarin telah sampaikan bahwa hasil mediasi/syarat damai tidak disanggupi, bahkan pelaku tantang balik dengan laporan saya di Kapolres. Ini menurut saya sedikit aneh dengan proses kasus dugaan yang saya alami saat ini, dimana keadilan hukum tidak saya rasakan,” urainya.

Aisyah mengungkapkan bahwa pihak penyidik hingga saat ini belum kejelasan atas kasus itu. Bahkan pelaku masih mondar-mandir di dekat tempat tinggal korban.

“Demi Allah, mereka menekan saya untuk berdamai bahkan sering kali ada pihak Kepolisian yang meminta namun tidak secara langsung, dengan alasan agar urusan tidak panjang , kehamilan, juga sampai akan di tuntut balik dengan banyaknya saksi palsu yang akan memberatkan. Mereka menekan saya dan keluarga agar tidak lanjutkan perkaranya,” terangnya.

Korban mengungkapkan bahwa jika dugaan kasus yang dia laporkan menurutnya solah-olah sengaja dimainkan.

“Mereka meminta damai dengan uang Rp1,5 juta, itupun dengan cara dicicil. Saya rasa itupun tidak sebanding dengan luka dan rasa malu saya. Sampai sekarang saja saya masih trauma, bahkan atas kejadian yang saya alami bayi yang saya kandung 8 bulan ini ikut merasakan kekerasan yang di lakukan oleh pelaku,” bebernya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Woja, Bripka Abdul Hamid SH., menyatakan bahwa kasus itu sedang ditindak lanjuti.

“Terduga pelaku hari Sabtu akan hadir di Polsek Woja, sesui surat panggilan yang kami layangkan. Kalau tidak ada titik temu dan kesepakatan bersama. Kita akan tetap lanjutkan ke proses penyidikan, akan tetapi sebelum itu wajib setiap perkara dilakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk menentukan terpenuhi unsur tindak pidana apa tidak,” terangnya. AZW

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Peristiwa

Dompu, Bimakini. – Upaya mendinginkan suasana pasca kericuhan antara anggota polisi dengan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu saat aksi penolakan kenaikan harga...

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Niat menelerai anaknya yang berkelahi saat acara organ malam, seorang bapak bernama Haeruddin (42) asal Desa Riwo, Kecamatan Woja dibacok 3...

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Dugaan mafia proyek dan dugaan tindak pidana korupsi atas pengerjaan proyek irigasi Soriparanggi Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu tahun anggaran...

Hukum & Kriminal

Dompu, Bimakini. – Sejumlah keluarga dan puluhan warga Desa Saneo, Kecamatan Woja menggelar aksi unjuk rasa depan Mapolres Dompu, Jum’at (22/07/2022) pagi. Kehadiran mereka...

Peristiwa

Dompu, Bimakini. – Diduga jatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar 50 meter, seorang pencari madu asal Desa Taropo, Kecamatan Kilo meninggal dunia di pegunungan...