Connect with us

Ketik yang Anda cari

Hukum & Kriminal

Berawal Aksi Geber Motor, Seorang Pemuda di Sape Tewas

Kapolres Bima Kota, AKBP Yudha Pranata, SIK, SH, Wakapolres Bima Kota, Kompol Herman, SH, serta Kapolsek Sape saat gelar perkara kasus pembunuhan di Sape, Sabtu.

Bima, Bimakini.-  Seorang pemuda, Satria, 20 tahun, warga Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, tewas setelah ditombak dan tebas dengan parang. Peristiwa itu terjadi Jumat 9 Februari 2024 dan diamankan dua pelaku.

Kapolres Bima Kota, AKBP Yudha Pranata, SIK, SH, saat pres rilis di Mapolres, Sabtu 10 Februari 2024, menyampaikan,  dua pelaku yakni BA (19) dan MR (22) diancam dengan hukuman 15 tahun penjara. Peristiwa berawal saat korban menggeber motor di depan pelaku yang sedang berjualan buah. Kesal dengan ulah korban, pelaku melempar motor dan mengenai kaca depannya, sehingga alami kerusakan.

Peristiwa  itu terjadi sekitar jam 00.30 Wita di Jalan Soekarno Hatta Desa Naru Kecamatan Sape. Saat itu korban datang bersama temannya menggukanan sepeda Motor Vixion knalpot racing dalam keadaan mabuk sambil meng-gas-gas motornya di depan MR. Itu tidak dilakukan sekali, sehingga membuat kesal MR.

Bahkan, kata Kapolres, beberapa orang lain yang rishi dengan aksi korban mendatangi pelaku, menanyakan siapa yang membunyikan motor dengan bising. MR mengaku tidak tahu dan bahkan menunggu jika akan datang lagi.

Rupanya benar, sekitar 15 menit kemudian datang korban dan temannya dari arah timur sambil membunyikan knalpot racing. Akhirna MR dan temannya mengambil batu dan melempari motor korban hingga kena batok depan.

Korban pun rupanya kembali dengan temannya dengan membawa tombak. Lantas melemparnya kepada beberapa orang yang menunggu. Karena lemparan tombak korban tidak mengenai orang, akhirnya diambil oleh MR dan mengejar pelaku.

Namun, kata Kapolres, pelaku lainnya BA lebih awal menebas korban di bagian siku kanan. MR yang mengejar dengan tombak, akhirnya melayangkannya dan memancap di tubuh korban.

Diduga karena kehabisan darah saat korban dibawa ke rumah sakit, akhirnya meninggal. Para pelaku yang mendengar itu akhirnya mendatangi rumah Ketua RT dan menceritakan kejadiannya, sehingga Polsek Sape datang mengamankan.

Sementara itu, pelaku BA mengaku menyesali perbuatannya dan siap menghadapi proses hukum. IAN

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Jajaran Polres Bima Kota terus meningkatkan pengamanan dalam pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara dan penetapan hasil pemilu 2024...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Kapolres Bima Kota, AKBP Yudha Pranata, S.I.K., S.H., memantau proses pengamanan rekapitulasi dan penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Kedatangan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Bima disambut dengan ketatnya pengamanan dari jajaran Kepolisian...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- Tahap pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 telah rampung, namun Polres Bima Kota Polda NTB masih aktif dalam pengamanan dan pengawalan...

Hukum & Kriminal

Kota Bima, Bimakini.- IYA (22), seorang wanita asal Kota Bima, terlihat sedih dan penuh penyesalan saat diringkus oleh Tim Puma 2 Sat Reskrim Polres...