Connect with us

Ketik yang Anda cari

CATATAN KHAS KMA

Catatan Perjalanan Umroh ke Tanah Suci (8)

Miqat Qurn Al-Manazil.

Tur ziarah ke Kota Thaif

HARI ke delapan, di tanah suci, rombongan jamaah umroh kami mengikuti program tur ziarah ke kota Thaif. Berikut lanjutan catatan perjalanan umroh ke tanah suci keluarga H Dudi Fakhruddin.

KOTA Thaif cukup populer di telinga jamaah Indonesia, Dalam beberapa teks ditulis dengan ejaan yang mrip: Toif, Taif, atau Thaif. Semuanya mengacu pada tempat yang sama, karena dalam aksara Arab ditulis  الطائف .

Saya berpikir Thaif itu letaknya di sekitar pinggiran kota Mekkah. Setelah mendapat penjelasan dari muthowif, ternyata letak kota Thaif cukup jauh, hampir 100 Km dari Mekkah. Jarak ini ditempuh dengan perjalanan menggunakan bus sekitar dua jam. Zaman Nabi mungkin akan ditempuh dengan Onta sampai dua hari perjalanan.

Sepanjang perjalanan Mekkah-Thaif, kiri kanan jalan disuguhi pemandangan pegunungan berbatu. Sebagian gunung itu saat ini ditumbuhi semacam rumput yang cukup masif. Rumput ini memiliki batang daun yang panjang seperti lidi yang agak besar. Daun rumput ini berwarna hijau dan agak kekuning-kuningan. Tetapi jika dilihat dari jauh, didominasi warna putih dari tangkai yang panjang dan mengasilkan kembang halus warna putih/krem. Menurut informasi, penyebaran masif rumput ini baru terjadi beberapa tahun terakhir ini.

Pegunungan yang ditumbuhi rumput di antara bebatuan.

Pemandangan pegunungan bebatuan juga ada yang ekstrim, seperti tumpukan batu material bangunan yang ukurannya besar-besar. Agak ngeri juga mobil melewati jalanan dengan pegunungan bebatuan seperti itu jika terjadi longsoran bebatuan. Di beberapa lokasi yang rata, terdapat kebun sayur dan kurma.

Perjalanan ke Thaif terus melewati jalan menanjak, karena posisi thaif ada di ketinggian sekitar 1.700 mdpl. Cukup tinggi sehingga suhunya juga cukup dingin. Wilayah kota Thaif ditumbuhi tanaman hias di kiri kanan jalan. Pemandangan hijau ini sangat kontras dengan kota Mekkah dan sekitarnya yang kering. Tanaman penghijauan kota Mekkah hanya ada berupa pohon kurma di separator jalan yang tidak terlalu berdampak pada “penghijauan”.

Beberapa rumah atau bangunan di Thaif memiliki taman dan tanaman penghijauan. Di kota Thaif inilah Rasulullah melewati masa kecil karena disusui oleh Ibu Susu yang bernama Halimatus Sa’adiyah. Ibu susu Rasul ini berasal dari Thaif. Di kota ini pulalah, Rasulullah mengalami persekusi fisik dan non fisik dari penduduk saat menyebarkan ajaran Islam pertamakali. Rasul sempat dilempari batu dan kotoran sehingga sekujur tubuh berlumuran darah.

Kami melewati sebuah bangunan yang sempat menjadi tempat peristirahatan Nabi pasca mendapat persekusi dari penduduk Thaif. Perilaku itu setelah mereka mendapat provokasi dari kaum kafir.

Dataran tinggi Thaif didominasi oleh bangunan vila peristirahatan bagi penduduk kota Mekkah, Jeddah dan sekitarnya. Kami juga melewati rumah milik Imam Masjidil Haram yang cukup terkenal, yaitu Syekh Sudais. Vila-vila di sini juga bentuknya relatif sama. Kebanyakan berbentuk kubus atau kotak. Hanya beberapa saja yang mengaplikasikan arsitek moderen dan minimalis. Di sebagian ada tanaman sayur maupun buah, terutama buah kaktus. Hanya saja saat ini sedang tidak berbuah.

Ziarah ke Makam Abdullah Bin Abbas

Tempat ziarah yang kami tuju di kota Thaif adalah pemakaman dan masjid supupu Rasulullah yang bernama Abdullah Bin Abbas. Dari Abdullah bin Abbas inilah banyak diriwayatkan hadis, terutama terkait dengan kehidupan pribadi keluarga Rasulullah karena dekatnya hubungan persaudaraan dan kekerabatan. Di pemakaman ini ada masjid besar dan perpustakaan yang mengoleksi karya-karya Abdullah bin Abbas maupun karya dari ulama-ulama salaf maupun khalaf. Kami tidak dapat memasuki perpustakaan ini karena sedang dalam proses pembersihan.

Banyak sekali peziarah yang datang ke Masjid dan perpustakaan Abdullah bin Abbas. Seperti biasa, banyak penjual yang menawarkan berbagai oleh-oleh terutama buah dan parfum.

Kota Thaif terkenal sebagai penghasil buah terutama anggur dan delima. Hanya saja anggur yang ditawarkan terasa kurang manis, cenderung asam. Mungkin karena sedang musim dingin sehingga buah yang dihasilkan tidak terlalu manis.

Abdullah bin Abbas merupakan sepupu Rasulullah yang melahirkan keturunan yang mendirikan dinasti Abbasyyah. Dinasti ini memerintah cukup lama, lima abad lebih dengan jumlah khalifah mencapai 37 khalifah. Khalifah yang paling terkenal adalah khalifah ke lima yang bernama Harun Al-Rasyid.

Pabrik Parfum

Dari pemakaman Abdullah bin Abbas, rombongan melanjutkan perjalanan ke pabrik parfum. Dalam benak saya, di pabrik parfum ini kami akan menyaksikan proses pembuatan parfum dan dapat membeli parfum asli yang baru diproduksi tentu dengan “harga pabrik”. Ternyata di sana hanya ada semacam museum yang berisi peralatan penyulingan parfum zaman dahulu.

Parfum yang dijual di sana juga berasal dari berbagai tempat dengan berbagai merek. Ada juga yang menjual “biang” parfum dalam botol-botol kecil ukuran 5 ml, 10ml dan 15 ml. Tetapi saya bandingkan harganya ternyata lebih mahal dari yang saya beli di Madinah beberapa hari sebelumnya. Akhirnya kami tidak jadi membeli parfum di sini, dan tetap sesuai rencana awal akan membeli di pasar Balad di Jeddah saat kepulangan nanti.

Tur Kuliner Arab lagi

Kuliner Arab yang khas.

Tempat ketiga yang kami kunjungi yang menjadi satu paket perjalanan yang disediakan travel umroh adalah makan nasi khas Arab. Ekspektasi saya saya akan mendapat nasi Kabsah atau Bukhori dengan lauk daging kambing. Ternyata lauknya seragam, semua ayam. Kami pun lahap menyantap sajian itu. Bahkan beberapa jamaah ada yang membungkus untuk dibawa pulang, karena porsinya cukup besar. Penasaran saya mencoba menanyakan harga jika menggunakan lauk daging kambing. Ternyata cukup fantastis, 95 riyal untuk 1 porsi. Jika dirupiahkan sekitar Rp.400 ribu. Ini jauh lebih mahal dibanding yang saya beli di Madinah maupun di Mekkah. Jika dibandingkan dengan harga di Jakarta, segitu sudah dapat satu paket untuk empat orang.

Kami kembali dari Thaif menuju Mekkah sekitar pukul15.00 sore. Rencananya kami akan shalat jamak Dhuhur dengan Ashar di tempat wisata Kereta Gantung. Hanya saja lokasi ini tutup karena sedang dalam perbaikan dan pemeliharaan. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan pulang dan mampir shalat jamak Dhuhur dan Ashar di miqat bagi jemaah haji dan umroh penduduk Riyadh, Jordania, Palestina, dan penduduk negeri yang searah.

Lokasi miqad ini adalah masjid Qurn Al-Manazil. Miqad di sini tidak terlalu ramai. Kami melihat ada beberapa jamaah asal Indonesia yang juga mengambil miqad disini. Mungkin mereka tidak mengambil miqad di Ji’rana karena mereka menganggap bukan penduduk Mekkah yang dapat melakukan miqad di Ji’rana.

Dalam perjalanan pulang, muthowif mengingatkan kami semua agar besok pagi siap-siap melaksanakan tawaf wada’ (tawaf perpisahan). Besok adalah hari terkhir kami di Mekkah Al Mukarramah. Sekaligus menyiapkan koper dan barang bawaan agar besok pukul 09.00 pagi sudah dapat dikumpulkan oleh petugas travel. Barang-baran itu segera akan dibawa dan dimasukkan ke bagasi bus yang mengantar ke bandara King Abdul Aziz di Jeddah.

Kami tiba di kota Mekkah jelang Magrib. Saat memasuki kota Mekkah, Masjidil Haram sudah terlihat. Itu artinya sudah dekat juga dengan penginapan kami. Tetapi ternyata kami harus jalan berputar ke sebagian besar wilayah kota Mekkah. Kami bisa melihat hampir setiap sudut kota Mekkah sedang mengalami pembangunan insfrastruktur. Kadang bus yang kami tumpangi harus melewati jalan darurat yang disediakan oleh kontraktor dan hanya dibatasi pagar seng dengan proyek fisik yang sedang dilaksanakan. Sepertinya pembangunan kota Mekkah tiada hentinya. (Bersambung/KMA)

 

 

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

CATATAN KHAS KMA

Ke Jeddah saat Menunggu Kembali ke Tanah Air ‘’USAI makan siang, kami menunggu bus yang akan mengantarkan ke Jeddah. Kami menunggu di pelataran hotel...

CATATAN KHAS KMA

Persiapan Pulang SEMALAM tidur agak larut, karena harus menyiapkan semua barang bawaan. Termasuk bagaimana mensiasati agar air Zamzam dalam botol-botol mineral supaya dapat “diselundupkan”...

CATATAN KHAS KMA

Umroh ke Dua SELEPAS holat subuh berjamaah di masjidil haram, sekitar pukul 10.00 pagi, kami menaiki bus yang mengatar kami ke lokasi Miqat di...

CATATAN KHAS KMA

Rutinitas Ibadah di Masjidil Haram RANGKAIAN ibadah umroh wajib telah berakhir. Itu cukup menguras tenaga, karena proses Tawaf dan Sa’i yang diakhiri Tahalul yang...

CATATAN KHAS KMA

Mampir di Hotel INI perjalanan hari empat bagian ke dua. Catatan perjalanan ini, memamg diturunkan berdasarkan hari perjalanan. Tetapi hari ke empat ini, ternyata...