Pendidikan

SMKN 1Woha Dipilih Sebagai Induk Sekolah Model

Faturrahman, ST

Bima, Bimakini.- SMKN 1 Woha berlokasi di Desa Donggobolo, dipilih sebagai induk sekolah model pada kegiatan In Satu digelar di sekolah setempat tidak lama ini. Induk Sekolah Model beranggotakan SMA 1 Belo dan SMP 1 Woha.

Kepala SMKN 1Woha, Fathurrahman, ST, menjelaskan, kegiatan In Satu dipusatkan di sekolah setempat digelar hari Jumat dan Sabtu- Ahad kemarin. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala UPT Dikmen Bima, dihadiri oleh Instruktur dari LPMP dan fasda 3 sekolah model, pengawas sekolah model dan sekolah imbas, serta 3 kepala sekolah model dan 15 sekolah Imbas serta Tim TPMP masing-masing sekolah.

“Kegiatan in satu tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi atau pemahaman Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal (SPMI) kepada seluruh sekolah model dan sekolah imbas,” katanya di ruang kerjanya, Kamis (12/9).

Kata dia,  adanya kegiatan ini, sehingga seluruh sekolah yang menjadi anggota atau mengikuti kegiatan In satu, memiliki pemahaman yang sama dalam rangka menerapkan SPMI.  “Kegiatan In Satu dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 6 hingga 7 2019, dan SMAK 1 Woha dipilih sebagai induk sekolah model,” ujarnya.

Fathurrahman menyampaikan, untuk SMKN 1 woha sendiri sebelumnya bernama SMKN 2 Bima, menyampaikan ucapatam terima kasih kepada LPMP yang mempercayakan SMKN 1 Woha menjadi sekolah model  selama tiga tahun berjalan. Ini menjadi pengharagaan atau kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja keras untuk membangun mutu di sekolah.

“Kegiatan In Satu induk sekolah model menjadikan satu wadah silaturahmi bagi seluruh sekolah model dan sekolah imbas untuk saling bersilaturahmi bertukar ide dan pendapat dalam membangun mutu di sekolah masing-masing,” katanya.

Dia mengakui, saat ini sedang dilaksanakan kegiatan In Satu, tim akan turun ke lokasi sekolah untuk melakukan kegiatan untuk peningkatan mutu di sekolah.

Sementara Kepala UPT Dikmen Bima, H Sanusin S. Pd M. Si, menyampaikan bahwa kegiatam SPMI ini sangat penting agar mampu sekolah mengukur dan mencarikan permasalahan di dalam melakukan pengembangan sekolah.

“Kegiatan ini tidak menjadi seremoni belaka saja, namun supaya tetap bisa dilaksanakan secara mandiri di sekolah masing-masing tanpa ada kegiatan formal seperti dilaksanakan,” ujarnya. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 1.7K
    Shares
To Top