Olahraga & Kesehatan

Balita Ngidap Penyakit Langka, Butuh Biaya di luar Resep BPJS

 

Kenzo (2), saat ini, terbaring lemas di ruang perawatan Rumah Sakit (RS) Sanglah-Bali.

Kota Bima, Bimakini.- Malang nian dialami, Kenzo (2), asal RT 03 RW 01 Lingkungan Bente Kelurahan Melayu Kota Bima. Saat ini, terbaring lemas di ruang perawatan Rumah Sakit (RS) Sanglah-Bali mengidap empat penyakit langka. Di Indonesia, hanya tiga Bayi Lima Tahun (Balita) yang alami penyakit serupa.

Selain rumah petak, orangtua Kenzo sudah tidak memiliki harta lain lagi. Semuanya sudah ludes dijual, membiayai perawatan anak semata wayangnya itu.

Mereka sangat berharap uluran tangan dermawan membantu biaya perawatan. “Sepeda ontel, harta terakhir yang saya jual,” kisah Supratwo Wibowo, ayah Kenzo, ditemui di pelataran Kantor DPRD Kota Bima, Senin.

Orangtua Kenzo, mendatangi gedung wakil rakyat itu berharap ada belas kasihan dari penghuni kantor setempat. Supratwo dan Jihan Agustin, hendak bertemu Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofyan.

Setiap bulan, biaya perawatan yang butuhkan paling minim Rp6 juta untuk biaya Kometerapi. Angkat tersebut, belum termasuk biaya hidup orangtua selama berada di Bali.

Penghasilan setiap hari Supratwo dan Jihan Agustin, dipastikan tidak memungkinkan menutupi biaya perawatan anaknya. Keduanya, bekerja sebagai penjual mainan.

Kenzo lahir normal, tidak gejala mencurigkan hingga beranjak usia 2 tahun. Namun, belakangan sering alami sakit perut. Bahkan, Kenzo mampu minum air mineral hinggal dua galon sehari.

Mengingat kondisi putranya yang rada-rada aneh tersebut, Supratwo dan istri berkesimpulan membawa Kenzo di RSUD Bima.

Niat untuk mengetahui penyakit yang dialami Kenzo, kandas. Petugas medis setempat tidak mampu mendiagnosa jenis peyankit apa yang diderita Kenzo.

Beberapa kali dirawat, sambungnya, belum juga diperoleh hasil diagnose. Hingga akhirnya disarankan dirujuk ke RS Mataram. “Di RS Mataram pun, tidak ada hasil diagnosa,” tuturnya.

Perjuangan terus dilalui Supratwo dan istri untuk tetap mengobati anaknya, hingga disimpulkan membawa Kenzo di RS Sanglah.

“Setelah diperiksa sum-sum tulang belakang, baru diketahui ada empat penyakit langka, kangker otak, Diabetes Insipidus, Sel Darah langka, dan Traminitus fungsi hati,” kenangnya sembari meneteskan air mata.

Sungguh luar biasa derita yang dialami kenzo, kata dokter setempat, dikutip Supratwo, hanya ada tiga bayi di Indonesia yang mengalami penyakit serupa.

“Kenzo sudah menjalani operasi bedah bagian kepala. Kenzo sudah menjalani perawatan sejak tahun 2016. Kita jalani apa adanya. Barangkali, ada yang mau membantu kami,” ucapnya berharap.

Suptrawo mengakui, selama perawatan medis di RS Sanglah, ada tanggungan BPJS. Hanya saja, kata dia, membutuhkan biaya membeli obat diluar resep BPJS maupun biaya hidup. “Kami di Bali tinggal di rumah yayasan,” tuturnya.

Saat ini Kenzo dan ibunya masih berada di Bali. Supratwo datang ke Bima dengan maksud mencari biaya hidup dan biaya lain.

“Tahun lalu ada bantuan dari Dikes 3 juta. Kami sangat bersyukur, walau pun biaya yang kami butuh besar,” sebutnya. (DED)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share

Komentar

To Top