Pendidikan

Semangat Siang Relawan Kelas Inspirasi!

Oleh: Rahmat Danu Andika *)

Foto bersama saat penutupan Kelas Inspirasi Bima 3 di villa Ule/foto ist.

KEMARIN, Anda baru saja melalui hari yang terhormat dengan berbagai momen di Kelas Inspirasi. Bertemu dengan sesama relawan pengajar, dokumentator, juga relawan panitia. Momen yang sering kami –di Indonesia Mengajar- sebut sebagai kerumunan positif. Pada momen tersebut, Anda dan relawan lain saling bertukar cerita atas kerja bersama untuk pendidikan dengan dasar sukarela, tanpa iming-iming materi atau apapun. Pada momen itu, kita saling mengapresiasi sebagai sesama warga negara yang mau ikut repot. Selamat!

Kelas Inspirasi dirancang menjadi ruang yang diharapkan memunculkan relasi-relasi baru antar sesama warga negara. Relasi pertemanan, di mana kita jadi lebih percaya diri bahwa ketika masyarakat sipil bertemu, memiliki cita-cita yang sama, dan mengorganisasi diri dengan baik, maka tidak ada yang tak mungkin dilakukan bersama-sama. Seperti juga pengalaman relawan-relawan KI sebelumnya, Anda juga mungkin menikmati fenomena-fenomena menarik sepanjang KI berlangsung.

Mungkin Anda juga tidak menyangka bahwa kegiatan Kelas Inspirasi bisa berjalan hanya atas iuran para relawan. Tak ada sponsor, tak ada proposal. Mungkin juga sulit kita percaya bahwa ternyata banyak profesional berbagai profesi mau mengorbankan waktu cutinya untuk hadir di sekolah-sekolah, tanpa iming-iming sertifikat atau tanda jasa lain. Dan mungkin, sulit juga kita bayangkan sebelumnya bahwa banyak sekali sekolah dasar yang bersemangat menerima para relawan untuk hadir menjadi bagian dari mereka.

Namun yang tercatat, ternyata mengungkap kepastian lain. Sejak 2012, tak kurang dari 15.000 orang pernah terlibat sebagai relawan Kelas Inspirasi. Salah satu cara yang bisa membuat kita terus belajar adalah tersebarnya refleksi dari pembelajaran yang dirasakan melalui Kelas Inspirasi. Kami membayangkan jika 15.000 orang menuliskan refleksi pribadinya setelah mengikuti KI, dan mengunggahnya di media apapun, pastilah kita bisa menyumbangkan sebuah referensi berharga tentang pengelolaan gerakan masyarakat sipil Indonesia. Tentang berbagai ‘mitos’ pengorganisasian masyarakat sipil yang ternyata bisa kita terobos.

Mari kita abadikan pengalaman ini, melalui torehan jejak-jejak pribadi Anda lewat guratan kata dan karya dokumentasi lainnya. Semoga dari apa yang kita bagikan tercipta benih-benih kebaikan baru dari setiap orang yang membaca. Dan semoga api kebaikan ini terus menyebar demi tujuan kita bersama, bahwa pendidikan terbaik adalah hak seluruh anak bangsa.

P.S: Persilakan kami untuk turut merasakan dan menyebarluaskan torehan jejak pribadi tersebut, melalui terusan tautan (link) karya dokumentasi Anda ke akun twitter @KelasInspirasi.
Salam Inspirasi,

*) Gerakan Indonesia Mengajar

 

Share
  • 47
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top