Peristiwa

Pemda Bima Diminta Segera Tangani Krisis Air Bersih di Rade

Ilyas

Bima, Bimakini.- Kekeringan dan krisis air bersih melanda warga Desa Rade Kecamatan Madapangga menjadi langganan setiap tahunnya. Keadaan tersebut sudah berlangsung sejak dua pekan yang lalu namun pemerintah seakan tutup mata untuk mencari solusi dalam mengatasi keluhan warga.

Warga Desa Rade, Ilyas, mengatakan, setiap tahun warga desa setempat selalu mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Namun tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut. “Bayangkan saja, kondisi ini sudah berlangsung sejak 15 tahun yang lalu namun pemerintah tidak mempunyai niat baik untuk menyikapinya,” ujarnya, Selasa (10/9).

Harusnya kata dia, dengan potensi air yang ada di Kecamatan Madapangga, tidak ada alasan mengalami kekeringan. Namun hingga saat ini pemerintah tidak memiliki niat baik untuk mengatasinya dengan serius. “Kan bisa membuat sumur bor atau sejenisnya untuk mengatasi kekeringan,” katanya.

Dijelaskannya menjelaskan, beberapa waktu lalu pihak BWS pernah datang ke desa setempat dan menyurvei lokasi pembuatan sumur bor. Bahkan masyarakar telah memberikan dan mewakafkan tanah untuk dijadikan lokasi sumur. Namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari pemerintah. “Warga bahkan sudah membuat surat mewakafkan tanah dulu,” jelasnya.

Ilyas membeberkan, untuk memenuhi kebutuhan air, saat ini warga desa setempat mengambil air di masjid dan sejumlah rumah warga lain yang memiliki sumur bor pribadi. “Kami minta pemerintah harus buka mata untuk bantu warga Rade,” katanya.

Selain itu kata dia, warga berharap pemerintah agar segera berkoordinasi dengan PDAM untuk memperbaiki pipa air PDAM yang bocor sejak  dua minggu yang lalu. “Intinya, krisis air bersih harus segera ditangani dengan serius supaya warga tidak lagi mengeluhkan hal ini,” tegasnya. (KAR)

Share
  • 13
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top