Peristiwa

Penerapan Satu Jalur, Masih Banyak yang Lawan Arah

Kendaraan yang melawan arus di depan Polres Bima Kota, Sabtu (9/12). Jalur itu seharusnya menuju barat.

Kota Bima, Bimakini.- Penerapan satu jalur di Kota Bima sudah dimulai, Sabtu (9/12) ditandai dengan kegiatan konvoi mulai lapangan Pahlawan Raba. Konvoi diikuti Wali Kota Bima, Hm Qurais dan sejumlah pejabat.

Petugas gabungan, baik Dishub Kota Bima, Sat Lantas dan Pol PP sudah siaga di sejumlah titik persimpangan. Tujuannya mengarahkan pengendara pada jalur yang sudah ditentukan.

Seperti pengendara dari arah timur, mulai lapangan Pahlawan Raba mengarah ke barat. Sedangkan pengendara dari arah Sultan Kaharuddin menuju timur hingga perempatan lapangan Pahlawan Raba.

Pantauan Bimakini.com, pengendara pun mengikuti arahan petugas mengikuti rekayasa jalur. Namun ada juga pengendara yang  belum mengetahuinya. Terhadap pengendara tersebut, diberikan informasi oleh petugas.

Saat rekayasa lalu lintas di jalan Soekarno-Hatta terlihat arus kendraan lancer. Meskipun sedikit lengangan, karena kendaraan ke timur sudah melalui Jalan Gajah Mada.

Sementara jalan Gajah Mada terlihat sedikit lebih padat, namun cukup lancer. Hanya ada beberapa pengendara yang melawan arus.

Saat masih ada petugas, pengendara yang belum mengetahui diberi arahan. Namun, saat sore hari dimana petugas sudah tidak ada di tempat, semakin banyak pengendara melawan arus.

Seperti terlihat di depan Kantor Polres Bima Kota, sejumlah kendaraan roda empat dan dua mencoba menerobos kea rah timur. Mobil patrol polisi sempat menghadang dan member pengertian memutar arah. Namun, arahan itu tidak diindahkan dan tetap melaju ke timur. Ada juga kendaraan yang akhirnya memutar arah, setelah dicegat kendaraan partoli polisi.

Pantauan Bimakini Sabtu (9/12) malam, jalur di jalan Gajah Mada terlihat lancer. Hanya saja penerangan di jalur itu kurang. Akibatnya jarak pandang tidak maksimal, belum ada ada beberapa pengendara yang melawan arus.

Berbagai respon muncul dari warga atas penerapan satu jalur tersebut. Salah seorang warga, Sudirman mengatakan, penerapan satu jalur ini lebih repot. Terutama memutar arah, terasa lebih jauh ke tujuan. “Mungkin belum saatnya untuk dterapkan,” ujarnya.

Namun, ada juga warga yang mengaku penerapan satu jalur sudah tepat. Arus kendaraan lebih lancer, terutama di jalan Gajah Mada yang biasanya macet di beberapa titik, terlihat lancer. (IAN)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top