NTB

TGB Luncurkan “TGBNomic”

Mataram, Bimakini.- Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, meluncurkan sebuah buku berjudul “TGBNomic”. Peluncuran tersebut digelar pada Acara Malam Dana untuk Lombok Sumbawa dan Peluncuran Buku TGBNomic, di Ballroom Ayana MidPlaza Hotel Jakarta, Jumat Malam (14/9/2018).

Sejumlah Menteri Kabinet Kerja hadir menyaksikan peluncuran buku “Ikhtiar NTB untuk Indonesia” itu.

Gubernur menjelaskan buku TGB Nomic ditulis untuk membentuk satu gambaran utuh pembangunan di NTB. Termasuk dinamika pembangunan yang luar biasa, seperti pembangunan ekonomi, penurunan angka pengangguran, penurunan angka kemiskinan serta gini rasio yang dapat ditekan. Sehingga NTB mendapatkan apresiasi dari UN untuk daerah yang paling baik untuk pelaksanaan MDGs.

“Saya berharap buku ini menjadi tambahan inspirasi bagi pemimpin muda yang saat ini lahir di Indonesia. Semoga menjadi kontribusi positif bagi semua,” ungkap Gubernur peraih ratusan penghargaan itu.

Gubernur juga menyampaikan tiga pandangan umum terkait pengalaman membangun NTB selama 10 tahun. Ia menceritakan, ketika dilantik menjadi Gubernur, usianya baru 36 tahun. Menurutnya, usia 36 tahun dinilai masih relatif muda untuk menjadi pemimpin. Namun ia menegaskan, kemudaan adalah keberkahan sekaligus tantangan.

Maka, diawal kepemimpinannya itu, ia menerapkan kepemimpinan fungsional. Yaitu, semua unsur pembangun di NTB memiliki peran yang sama pentingnya. Mulai dari unsur birokrasi hingga unsur terkecil di masyarakat.

Kemudian, pengalaman lain yang diceritakan TGB malam itu, mengenai NTB yang memiliki keterbatasan fiskal. Namun, untuk mengatasi itu lanjut TGB, mencari modal sosial yang ada di masyarakat. Termasuk tatanan nilai yang tumbuh dan berkembang di masyarakat NTB.

Bahkan NTB merupakan satu-satunya daerah yang memiliki Perda Bale Mediasi. Yaitu, perda untuk mengatur agar konflik konflik yang terjadi di masyarakat tidak berakhir di pengadilan.

“Banyak instrumen untuk menyelesaikan masalah,” tegas TGB.

Hal terakhir yang disampaikan Gubernur terkait dengan keberagaman dan persatuan. “Pelajaran yang dirasakan NTB, apa yang sering Presiden sampaikan adalah, keragaman ada persatuan. Kami diilhami Islam Rahmatan Lil Alamiin. Walaupun perda yang kami susun diilhami oleh nilai Islam. Namun dirasakan manfaatnya oleh semua. Ada kasih sayang, ada saling membantu,” jelas TGB.

Sehingga sikap moderat itu kata TGB, akan melahirkan toleransi dan sifat gotong royong untuk membangun bangsa. PUR

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 31
    Shares
To Top