Peristiwa

Penderita Hydrocephalus Terkendala Biaya

Kota Bima, Bimakini.com.- Kondisi Wahyu (5,5 tahun) warga RT 21 RW 08 Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima, penderita penyakit pembesaran kepala (hydrocephalus) memrihatikan. Hanya tergolek lemah di rumahnya. Hasrat berobat membuncah hebat, namun biaya tidak punya.  Keluarganya mengharapkan perhatian Pemerintah Kota Bima dan masyarakat umumnya karena kendala biaya yang dihadapi.

Kepada wartawan ibu kandung Wahyu, Uswati (37 tahun), menceritakan bahwa penyakit itu sejak berumur 3 bulan dan setiap hari kepalanya makin membesar.  Wahyu yang merupakan anak keempat dari enam  bersaudara hasil pernikahannya dengan Usman (42). Sewaktu dilahirkan keadaannya normal dan tidak terlihat tanda-tanda kelainan.

Namun, kondisinya mulai berubah sejak berumur 3 bulan, kepalanya mulai membesar. “Setelah mengetahui kondisinya tersebut, kami coba periksa ke dokter di RSUD Bima. Pemeriksaan ini rutin saya lakukan sejak berumur 3 bulan hingga berumur 3 tahun. Hasilnya ia harus di operasi, kata dokter waktu itu. Tapi, karena terkendala biaya, operasipun urung dilakukan,” ujarnya di Jatibaru, kemarin.

Dikatakannya, saat Wahyu berusia 2,5 tahun  memeriksakannya dan biayanya  diperoleh berkat bantuan masyarakat dan Pemkot Bima melalui Kelurahan Jatibaru. Setelah mendapatkan dana, eserta suaminya berangkat ke RSUD Mataram.

Hasilnya pun masih tetap sama. Saran dokter waktu itu, jelas Uswati, anaknya harus dioperasi di Bali atau Surabaya yang memiliki fasilitas memadai. Perkiraan biaya operasinya mencapai Rp75 juta.

Namun, katanya, hal ini urung dilakukannya lagi karena kendala  biayanya. Sehari-hari suaminya hanya bekerja pada PLTU di Bonto sebagai tenaga pekerja biasa. Untuk itu, mengharapkan Pemkot Bima membantu biaya pengobatan  agar bisa mengurangi beban hidup.

Bagaimana dengan Wahyu? Saat ditanyakan berkeinginan untuk sekolah,  dia mengaku ingin bersekolah dan bermain bersama temannya. (BE.20)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top