Peristiwa

Stop Bullying, Pembuat Video “Kingkong” Stress

ILUSTRASI

Kota Bima, Bimakini.- Masyarakat Bima – Dompu belakangan ini tengah dihebohkan dengan beredarnya video “Kingkong”, yang melibatkan dua siswa di salah satu SMP di Kota Bima. Video itu bahkan cukup viral di media sosial seperti facebook dan aplikasi sosmed lainnya.

Namun tahukah anda siapa dan bagaimana kondisi terkini sang pembuat video viral tersebut? Bimakini.com berhasil menelusuri keberadaan dua gadis belia tersebut dikediaman keduanya orangtuanya. Mereka adalah Lusi Rahmadani dan Uyun Fatrianah, warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

Keduanya juga adalah pelajar di salah satu sekolah menengah pertama di Kota Bima.

Lusi, menjadi pelaku utama dan salah menyebutkan kata singkong alias ubi kayu menjadi kingkong tersebut. Kini mengaku jiwa dan kondisi psikisnya tertekan pasca-menyebar video tersebut.

“Malu sekali saya Mas. Tolong stop bagikan video saya itu. Saya benar-benar malu. Saya sekarang malah takut untuk keluar rumah. Malu sekali saya Mas,’’ ujar siswi kelas sembilan dengan wajahnya yang masih pucat Rabu (28/11) kemarin ditemani teman-teman dan keluarganya.

Selama bersama dengan Bimakini.com, Lusi banyak tertunduk mal, diam dan termenung. Wajahnya pun pucat hingga mempengaruhi ke kondisi badannya yang turun dratis. “Takut saya, ga enak. Bisa gak dihapus video itu?,’’ ujarnya berulang-ulang sambil sesekali menyeka rambut dan wajah imutnya.

Video itu ditegaskan Lusi dibuat hanya untuk bahan lelucon  dengan rekan satu gengnya saat jam istirahat menuju kantin sekolah. Itupun video tersebut direkam menggunakan handphone milik temannya.

Hanya saja diceritakan Lusi, video itu pertama kali dibagikan oleh salah seorang temannya di aplikasi What’s App melalui story. Dari story WA tersebut kata Lusi kemudian didonwload oleh orang iseng hingga disebar ke media sosial facebook dan lainnya.

“Saya aja kaget sekali dan baru tau hari Minggu (26/11). Tau dari teman dan tetangga padahal kita buat hari Jumat (23/11) lho Mas. Malu sekali saya, gimana caranya bisa dihapus dan distop untuk bagikan video saya itu,” pinta gadis belias berparas cantik ditemani orang tua dan teman sekolahnya kemarin.

Saking traumanya Lusi, mengaku telah menghapus semua aplikasi media sosialnnya, terlebih aplikasi facebook. Dia juga mengaku enggan memegang Handphone miliknya selama beberapa hari belakangan ini karena mengaku cukup trauma.

Orang tua Lusi, Rahmawati mengaku kuatir anaknya mengalami trauma dan stress berkepanjangan hingga berdampak pada kondisi psikisnya. Untuk itu dia meminta kepada masyarakat atau pengguna media sosial agar stop membully dan membagikan video anaknya tersebut.

“Tolong dan saya memohon, jangan terus-terusan membully anak saya. Kasian anak saya, toh anak saya tidak berbuat negatif dan video itu dibuat untuk lucu-luan saja dengan temannya. Biasalah remaja Mas,’’ pintanya ditemani sang suami dan keluarga lainnya.

Terlebih sebentar lagi kata Rahmawati anaknya akan menghadapi ujian akhir dan harus fokus untuk belajar. Agar anak keduanya tersebut bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi.

Dia mengaku kini cukup kuatir kondisi psikis anaknya yang kini tertekan dan stress, hingga enggan keluar kamar karena dampak dari video tersebut. (IQO)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Share
  • 1.6K
    Shares
To Top