Opini

MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER KELUARGA

                                                       Oleh: Muhammad Ali, S.Pd., MM.
                                                                  (Dosen STIE Bima)

Pendidikan karakter merupakan pola pendidikan yang mengembangkan karakter kepribadian atau individual. Pola pendidikan yang dapat membentuk karakter etika, moral, dan mental. Pendidikan karakter tidak hanya dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah tetapi juga di lungkungan masyarakat dan keluarga. Pendidikan karakter dapat dimulai dari lingkungan keluarga karena keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama.

Karakter dapat diartikan sebagai suatusikap, watak, akhlak ataupun nilai kepribadian lainnya yang dapat membedakan seorang anak dengan yang lainnya. Karakter merupakan suatu ciri atau sifat kepribadian yang dimiliki oleh seorang anak. Anak akan tumbuh dan berkembang dengan karakter yang ditanamkan dalam lingkungan keluarganya. Anak akan memiliki karakater yang sesuai dengan karakter kedua orang tua atau keluarganya.

Keluarga merupakan lingkungan pertama dimana anak mendapatkan pendidikan.Keluarga merupakan madrasah atau sekolah pertama bagi seorang anak. Anak akan mendapatkan pendidikan dari kedua orang tuanya. Orang akan mendidik mereka agar memiliki karakter kepribadian yang baik. Memiliki karakter kepribadian yang sesuai dengan perkembangan dan perubahan jaman. Anak akan memiliki karakter kepribadian yang kuat apabila kedua orang tua mendidiknya dengan cara yang baik. Sangat penting bagi orang tua untuk menciptakan atau memberikan pendidikan yang baik bagi anak dan keluarganya.         Anak lebih banyak menghabiskan waktu dalam lingkungan keluarganya. Para orang tua dapat mengamati di lingkungan yang manakah anaknya lebih banyak menghabiskan waktunya sehari-hari. Apakah mereka lebih banyak menghabiskan waktunya dalam lingkungan keluarga, masyarakat atau sekolahnya. Mereka tentunya akan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumahnya karena disanalah tempat mereka tidur dan bermain , makan dan minum serta berkumpul dengan kedua orang tua dan saudaranya. Sehingga peran kedua orang tua atau keluargalah yang lebih besar dalam mendidikan dan embentukan karakter mereka.

Orang tua dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya. Anak-anak memiliki kecenderungan untuk belajar dari keteladanan kedua orang tuanya. Mulai dari cara berpikir, berbicara dan berkomunikasi, kebiasan, atau hal lainnya yang dapat dipelajari olehnya. Anak cenderung menirupola sikap dan perilaku kedua orang tuanya. Sehingga mereka perlu memiliki sikapdan perilaku yang dapat ditiruyang menjadi teladan bagi keluarganya. Karena akan dapat ditularkan dan menjadi karakter bagi diri dan keluarganya.

Anak dapat dibentukuntukmemiliki karakter yang sesuai dengan keinginan kedua orang tuanya. Orang tua dapat memutuskan karakter apa yang akan diberikan kepada anaknya. Merencanakan dan melaksanakan apa dan bagaimana cara mendidiknya. Kapan dan dimana mereka dididik. Penting bagi kedua orang tua agar dapat agar memberikan pendidikan karakter.

Orang tuabertanggungjawab untuk membentuk karakter. Anak tidak akan memiliki karakter apabila tidak dididik oleh kedua orang tuaya. Anak diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan karakter yang ditanamkan dari dalam keluarganya. Sehingga dalam kehidupannya sehari-hari mereka tidak akan mudah dipengaruhi oleh karakter buruk yang mungkin dapat tumbuh dalam  linngkungan pergaulannya. Sebaliknya, mereka akan dapat menularkan karakter kepribadiannya yang baik pada lingkungannya. Sehingga mereka selalu dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Orang tua dapat berpartisipasi dalam pendidikan karakter. Jika para orang tua berpikir hanya sekolahlah yang membentuk karakter kepribadian anaknya, karakternya tidak akan sepenuhnya terbentuk. Karena tidak ada upaya orang tua dalam membantu menciptakan karkater kepribadian dalam lingkungan keluarga. Oleh karena itu, orang tua juga dapat berpartisipasi dalam membentuk karakter anak dalam keluarga. Mau meluangkan waktu untuk bercengkerama dan berkumpul dengan keluarga.

Membentuk karakter mandiri. Kondisi lingkungan serta perubahan saat ini membutuhkan anak yang mandiri. Seperti kondisi orang tua yang tidak memiliki banyak waktu untuk keluarga. Perubahan dan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Kondisi lingkungan yang cepat berubah. Serta adanya pengaruh-pengaruh negatif di luar. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa anak perlu memiliki kemandirian. Agar mereka dapat memutuskan sendiri apa yang akan mereka lakukan. Dan bertanggungjawab terhadap apa yang mereka lakukan. Orang tua dapat membimbing mereka agar memiliki kepribadian yang mandiri.

Mengenali diri dan potensi diri. Orang tua juga dapat membantu anak agar dapat mengenali diri dan potensinya. Anak juga dapat dibimbing agar dapat mengembangkan potensinya. Setiap anak pada dasarnya dibekali dengan potensi yang sama. Meyakinkan mereka bahwa mereka memiliki potensi yang sama dengan anak yang lainnya. Sehingga mereka memiliki keyakinan dan percaya diri. Melakukan hal yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

Menumbuhkan motivasi belajar. Anak juga perlu dibekali dengan motivasi belajar. Agar mereka tumbuh dan berkembang dengan hobi dan semangat belajar. Dapat memanfaatkan waktunya dengan baik. Dapat menjadikan segala yang ada disekelilingnya sebagai sumber dan media belajar. Mereka dapat dibimbing agar memiliki motivasi belajar yang tinggi. Sehingga mereka dapat belajar tanpa disuruh dan diperintah oleh orang lain. Tetapi belajar dari kesadaran mereka sendiri.

Menjadi pribadi yang disiplin dan jujur. Mereka juga dapat membimbing menjadi pribadi yang disiplin dan jujur. Misalnya, dalam kehidupannya sehari-hari mereka dilatih menjadi disiplin dan jujur. Menjunjung tinggi nilai kedisiplinan dan kejujuran. Mengajari mereka sikap dan perilaku disiplin dan jujur. Disiplin terhadap waktu dan aturan. Serta jujur pada diri sendiri dan orang lain. Kedisiplinan dan kejujuran merupakan dua karakter yang dapat dibentuk dalam lingkungan keluarga.

Mengembangkan budaya literasi. Anak juga dapat diajar dengan budaya literasi. Budaya literasi seperti membaca, menulis, berbicara, dan memecahkan masalah. Atau kemampuan serta ketrampilan lain yang dibutuhkan oleh mereka. Melatih kemampuan berkomunikasi, berpikir, berkolaborasi, dan bekerjasama. Memberikan kebebasan belajar dan merdeka belajar.

Lingkungan keluargalah yang pertama kali membentuk karakteranak. Tempat dimana mereka mendapatkan kasih sayang serta cinta. Belajar mengenali dirinya dan orang lain. Belajar berkomunikasi dan bersosialisasi. Serta belajar untuk dapat saling hormat menghormati antara satu sama  lain. Orangtualah yang menjadi penentu karakter anak. Menanamkan karakter-karakater yang kuat bagi diri dan keluargannya.

Akhirnya, pendidikan karakter dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki tanggungjawab untuk membentuk karakter kepribadian keluarganya. Ber kolaborasi dan partisipasi dalam membangun pendidikan karakter. Sehingga pendidikan karakter dapat terwujud dengan baik. Membangun pendidikan karakter keluarga sama halnya dengan membangun karakter masyarakat dan bangsa.Semoga bermanfaat!

Penulis adalah dosen STIE Bima

Share
  • 372
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top