Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Studi Banding ke Bandung, Rombongan Istri Bupati Dinilai Hamburkan Uang Negara

Suherman

Dompu, Bimakini. – Pemerhati Sosial Politik Kabupaten Dompu, Suherman., mempertanyakan urgensi studi banding yang dilakukan rombongan istri Bupati dan Wakil Bupati dengan melibatkan banyak orang ditengah pandemi Covid-19.

Apalagi, Kota Bandung yang dijadikan tempat studi banding tentang kesetaraan gender program DP3A Kabupaten Dompu tersebut merupakan wilayah zona merah Covid-19 di Indonesia.

Menurut dia, harusnya rombongan istri Bupati beserta istri sebagain Kades dan Camat yang berangkat tersebut memiliki sensistivitas terhadap pengelolaan keuangan negara yang efektif dan efisien ditengah pandemi.

Pasalnya, ditengah pandemi saat ini. Semua hal seperti koordinasi, konsultasi, atau bahkan studi banding dibatasi dan bisa dilakukan secara online. Tidak perlu offline dengan datang langsung ke tempat tujuan.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Dia membayangkan, jika anggaran ratusan juta tersebut digunakan untuk menanggulangi persoalan perempuan dan anak di DP3A Kabupaten Dompu, maka akan membawa kemanfaatan langsung dan nyata.

“Meski nafsu atau gairah untuk pergi studi banding tidak bisa dibendung, harusnya pesertanya dibatasi. Saat negara tengah berhemat anggaran akibat pandemi, ini kok malah terkesan penghamburan uang negara,” sindir Suherman, Selasa (25/5/2021) malam.

Sepulang dari studi banding itu, agar rombongan yang berjumlah 40 orang tersebut, di test swab. “Jangan sampai mereka terinfeksi Covid-19, meski demikian kita berharap mereka baik-baik saja,” harapnya.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Selain itu, dia meminta pertangung jawaban moral dan politik atas studi banding itu. Apakah ada hasil signifikan terhadap perubahan kebijakan, prilaku dan pola penanganan penguatan gender di Kabupaten Dompu nantinya.

“Kalau program penguatan gender tidak ada perubahan signifikan baik dari aspek kebijakan, prilaku dan pola penangananan nantinya. Berarti studi bandingnya patut diduga kegiatan plesiran. Ini kita tunggu,” tegasnya.

“Kita berharap kedepan agar kegiatan-kegiatan semacam ini perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Kalau pun terpaksa dilaksanakan lihat urgensi, peserta dibatasi dan lihat situasi pandemi yang sedang terjadi,” sambungnya lagi. AZW

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Share
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Dompu, Bimakini. – Rombongan istri Bupati Kabupaten Dompu, Hj Lilis Suryani., dan istri Wakil Bupati studi banding di Kota Bandung. Padahal, berdasarkan Data Pusat...