Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pendidikan

Persiapkan Psikologi Anak Mondok di Ponpes, Pahami Tips Agar Betah

Workshop Mempersiapkan Kondisi Psikologi Anak untuk Mondok (Tips dan Trik Agar Betah di Pondok, Ahad (19/9/2021) di Ponpes Tahfidz Putri Baitul Ilmi.

Kota Bima, Bimakini.- Orang tua perlu menyiapkan anak-anaknya jika ingin mondok di Pondok Pesantren (Ponpes). Agar anak betah maka perlu ada tips dan trik.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Ponpes Baitul Ilmi Kota Bima, Nely Ilmi Qoth’iyah, MPS.i, yang juga psikolog saat kegiatan Workshop  Mempersiapkan Kondisi Psikologi Anak untuk Mondok (Tips dan Trik Agar Betah di Pondok), Ahad (19/9/2021) di Ponpes Tahfidz Putri Baitul Ilmi.

Peserta workshop, ada secara virtual zoom meeting dan hadir di lokasi acara. Peserta zoom meeting ibu-ibu pengajian dari Surabaya Jawa Timur dan Wali Santri Ponpes Tahfidz Putri Baitul Ilmi.

Dikatakannya, diantara anak yang dimasukkan ke Ponpes kadang ada yang pendidikannya berhenti di tengah jalan. Maka orang tua perlu memahami apa yang menjadi tips dan triknya, agar pendidikannya berjalan lancar.

Pertama, jelasnya, orang tua dan anak harus sama-sama memiliki mental kuat. Mengenalkan anak dengan kehidupan pesantren. Menyiapkan anak masuk dengan mendidiknya mandiri. Mengajarkan anak melek finalsial, serta mengajarkan untuk rukun dengan temannya.

Dicontohkannya, tips untuk wali santri dari Pimpinan Ponpes Modern Gontor Kiyai Hasan Abdullah Sahal disingkat TITIP. Yakni Tega, Ikhlas, Tawakal, Ikhtiar, dan Percaya. “Umumnya pesantren di Indonesia tersedia untuk anak di usia selepas SD, atau ketika anak mau masuk jenjang menengah.     Yaitu di antara 12-15 tahun. Usia ini proses di mana anak mengalami proses transisi antara masa anak-anak dan masa aqil baligh. Masa ini adalah perpindahan antara kewajiban atau dosa anak yang dibebankan kepada orang tua, atau anak itu sendiri,” jelasnya.

Setidaknya, kata dia, ada tujuh tips agar anak bedah mondok, yakni jangan suka menyendiri, memperbanyak teman, lebih dekat dengan ustaz/ustazah di pesantren, menjaga kesehatan jasmani dan rohani, mengisi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat, memiliki tekat dan niat yang baik, selalu berdoa, mendoakan serta  meminta doa.

“Anak mondok itu rezeki orang tua, Allah akan memberikan kemudahan rezeki bagi orang tua yang sungguh-sungguh menyuruh anaknya mencari ilmu agama,” ujarnya.

“Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu yang menuntut ilmu dari pada ketika kamu tua nanti menangis karena anak-anakmu lalai terhadap urusan akhirat,” tambahnya.

“Berbahagialah saat Allah memberi kesempatan kepada anak kita untuk menuntut ilmu, karena Allah telah menjanjikan kemudahan jalan menuju surga bagi para penuntut ilmu. Sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah sholallahu ‘alaihissalam,” pesannya.

Karena, barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.

“Janji Allah SWT yang pertama untuk kaum muslim yang menghafal Al-Qur’an ternyata mereka telah disejajarkan dengan para Nabi. Hanya saja para pengahafal Al-Qur’an ini tidak mendapatkan dititipkan wahyu oleh Allah SWT. Hal tersebut sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang artinya “Barangsiapa yang membaca (menghafal) Alquran, maka sungguh dirinya telah menyamai derajat kenabian hanya saja tidak ada wahyu baginya (penghafal). Tidak pantas bagi penghafal Alquran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirinya terdapat firman Allah” (HR Hakim)” ungkapnya.

Santri Ponpes Putri Baitul Ilmi.

Manfaat Anak Masuk Pondok Pesantren yakni Bapak ibunya tenang dalam mencari nafkah, anak terjaga sholat 5 waktu berjamaat. Anak rutin membaca dan manghafal Al-Quran secara rutin. Anak terjaga sholat rawatib (Rawatib, duha, tahajud, tasbih). Anak rutin melakukan puasa-puasa sunnah. Serta Anak bisa berbahasa Arab dan Inggris.

Selain itu, anak terjaga dari pengaruh pergaulan bebas, Narkoba, pengaruh HP, kenakalan remaja. Terbiasa hidup disiplin, mandiri dan sederhana serta selalu mendoakan orang tua.

Sebagai Wali santripun, kata dia, memiliki tips. Ikhlas karena Allah, tawakkal, banyak bersyukur, selalu mendoakan anak. Tanamkan pada anak niat bentul-betul untuk  menuntut ilmu atas perintah Allah dan Rasulnya. “Ketika anak-anak mondok, jangan sering-sering dijenguk,” pesannya.

Lantas, kata dia, ada tips memilih Ponpes untuk anak. Memilih mode pendidikan Ponpes, mengenali pola pengasuhan, mengenali siapa pengasuh dan latar belakang Ponpes. Mengenali pengenalan input dan outputnya. Memilih pesantren yang strategis, serta aman dan indah. (BE04)

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.- Memeringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional, Rumah Tahfiz Quran dan Pondok Pesantran Putri, Baitul Ilmi, Kota Bima,...

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.- Para  santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Baitul Ilmi Kota Bima, Ahad (8/8/2021) belajar pengenalan jurnalistik. Mereka mendapatkan pemahaman dari jurnalis...

Pendidikan

Kota Bima, Bimakini.-  Ponpes Tahfidz dan MTs Putri Baitul Ilmi Kota Bima diresmikan Asisten III Setda Kota Bima, Ir Syamsuddin, Jumat (2/4/2021). Hadir juga...