Connect with us

Ketik yang Anda cari

Peristiwa

Letkol Inf Andi Lulianto, Sang “Master Mind” di Balik Suksesnya TMMD di Riamau Meski dengan Dana Minim

Dandim 1608/Bima, Letkol Infanteri Andi Lulianto, S.Kom.

Bima, Bimakini.-Suksesnya gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-118 yang berlangsung di Desa Riamau Kecamatan Wawo Kabupaten Bima – Nusa Tenggara Barat, tidak lepas dari peran aktif dan sepak terjang Dansatgas Kodim 1608/Bima.

Yaa, pria kelahiran Malang – Jatim 29 September 1981 silam yang dikenal humble nun berwibawa tersebut bernama Letkol Infanteri Andi Lulianto, S.Kom, yang juga Dandim 1608/Bima.

Meskipun tergolong baru mengemban amanah menjadi Dandim di daerah yang dicap khalayak sebagai zona merah tersebut, namun ia mampu menunjukkan “taring”-nya mampu menggeber seluruh pengerjaan yang menjadi targetnya di TMMD ke-118 tersebut hingga sukses.

“Kalau belum selesai semua urusan dan pekerjaan saya, utamanya di TMMD ini, saya belum bisa pulang ke kediaman. Sampai larut malam,” ujarnya kepada media ini.

Ia mengaku rela bahkan nekat harus menuntaskan pekerjaannya di kantor hanya untuk memastikan serta mengontrol pelaksanaan TMMD di Riamau tersebut.

Tak heran kini, desa yang sebelumnya terisolir dan belum dikenal luas oleh khayalak tersebut, kini menjadi pusat perhatian bahkan belakangan selama TMMD berlangung dan hingga kini seolah menjadi magnet tersendiri.
Jebolan Akademi Militer tahun 2003 silam tersebut, telah membuktikan kesetiaan dan dedikasinya yang tak tergoyahkan terhadap rakyat dan satuannya.

Pemilihan Desa Riamau sebagai lokasi TMMD Ke-118 juga lanjutnya, adalah manifestasi nyata tekad kuatnya untuk mewujudkan harapan masyarakat luas. Utamanya yang belum banyak disentuh khayalak.

Sebagai Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol Inf Andi selalu menggaris bawahi prinsip manunggal dengan rakyat kepada seluruh anggotanya. Baik dalam setiap tugasnya, termasuk dalam pelaksanaan TMMD.

“Saya berusaha mendorong untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai yang utama,” tegasnya.

Hal ini juga selaras yang dikatakan Jenderal Dudung Abdulrahman, Ibu kandung TNI Angkatan Darat. Dimana sebutnya TNI AD adalah rakyat. Hal inilah yang selalu Letkol Inf Andi selalu menjadikannya sebagai pedoman utama dalam tindakan dan perkataannya.

“Jadi tidak hanya memegang teguh prinsip manunggal dengan rakyat, tetapi juga memiliki kemampuan yang sangat baik dalam pengelolaan anggaran,” tegasnya.

Untuk diketahui, tantangan terbesarnya dalam melaksanakan TMMD ke-118 ini adalah, keterbatasan anggaran yang disokong oleh pemerintah sekitar.

Dimana bebernya dana tersebut tergolong cukup minim, yakni sebesar Rp800 juta saja. Dengan anggaran inilah ia harus lihai dalam menyusun dan mengalokasikan dana dengan bijak.

Karena katanya target pembangunan fisiknya banyak, belum lagi kegiatan non fisik. mulai dari pembuatan saluran air atau drainase sepanjang 300 meter X 80 centimeter, pembuatan jalan beton sepanjang 120 meter X 3 meter, pembangunan satu unit Posyandu 10 meter X 6 meter.

“Dan juga kita melanjutkan pembangunan Masjid Darul Nadwa seluas 12,70 meter X 14 meter. Selain kegiatan fisik, terdapat kegiatan non fisik seperti penyuluhan dan sosialisasi bahaya Narkoba, wawasan kebangsaan, pelayanan Posyandu, penyuluhan kelestarian hutan, pertanian, perkebunan dan penanggulangan bencana,” bebernya.

Fasilitas lainnya sambungnya, yakni pembangunan tempat wudhu dan MCK Masjid Darul Nadwa 6 meter X 3 meter, pembangunan satu unit bak penampungan air bersih 6 meter X 4 meter.

Dengan banyaknya projek pembangunan inilah, ia seolah ditantang keahliannya dalam mengelola sumber daya finansial yang telah menjadi salah satu faktor utama dalam kesuksesan program ini.

Hanya saja menurut Letkol Inf Andi Lulianto, kesuksesan TMMD tidak hanya terukur dari selesainya semua proyek fisik saja. Melainkan juga dari tingkat kemanunggalan dengan rakyat.

Karena menurutnya, kehadiran TNI dalam suatu daerah harus memberikan dampak positif yang konkret bagi masyarakat.

“Dalam konteks TMMD ini mencakup pembangunan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan sosial, serta mendukung kemajuan ekonomi dan pembangunan spiritual,” urainya.

Kisah perubahan yang berhasil ditorehkan Letkol Inf Andi Lulianto di Desa Riamau dari TMMD inilah, sebagai bukti nyata dari komitmen TNI dan pemerintah untuk membantu percepatan pembangunan di daerah terpencil.

“Program ini tidak hanya menyelesaikan tugas fisik, tetapi juga membawa harapan dan perubahan yang sangat diinginkan oleh masyarakat,” ucapnya mantap.

Visi dari kepemimpinan Letkol Inf Andi Lulianto ini, tegasnya ingin menjadi pilar utama dalam menciptakan perubahan positif yang menginspirasi di Desa Riamau.

Ia juga ingin membuktikan dengan momen TMMD, bukti kuat bahwa dengan tekad, dedikasi, dan kemanunggalan dengan rakyat, perubahan besar dapat dimulai dari tindakan individu yang memiliki hati besar untuk membawa perubahan.

Tak heran, sepak terjang dari Letkol Inf Andi Lulianto ini membuat berbagai pihak berdecak kagum. Utamanya dalam mengelola para anggotanya hingga mampu menyatu dengan masyarakat tanpa ada sekat sekalipun.

“Luar biasa emang kinerja Dandim dan semua anggotanya ini. Benar-benar kompak! Kami sebagai masyarakat benar-benar merasakan dampak yang baik,” ujar Kepala Desa Riamau, Adisan kepada media ini.

Tak lupa sebagai Kepala Desa, Adisan menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada TNI, spesial kepada Letkol Inf Andi Lulianto.

Ia berharap, sepak terjang yang berhasil ditorehkan Letkol Inf Andi Lulianto ini mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan terus, demi menyatu dengan masyarakat.

Senada juga disampaikan Camat Wawo, Syarifuddin. Ia mengaku kagum dengan Letkol Inf Andi Lulianto. Karena diakuinya, ia mampu menghandle pekerjaannya dengan apik.

“Yang paling utama itu kompak mulai dari anggota yang paling bawah sampai ke beliau-nya sendiri, sehingga masyarakat saya benar-benar merasa dihargai. Terima kasih,” ucapnya bangga.

Apresiasi yang cukup membanggakan juga dilontarkan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Inspektorat Jenderal Mabes TNI AD, Mayjen TNI Irham Waroihan, S.Sos.

Ia bahkan mengaku shock dengan anggaran minim tersebut, mampu dikelola dengan baik dan apik hingga sukses tepat pada waktunya.

“Mungkin kalau anggaran segini (Rp800 Juta, Red) dikasih ke rekanan akan jauh lebih besar,” ucapnya bangga seraya bertanya kepastian ke pegawai PUPR terkait pengelolaan anggaran yang minim ini.

Dari total 50 daerah yang menjalankan TMMD di Indonesia katanya, di Riamau inilah yang paling membanggakan dan tepat waktu. Terlebih kekompakan warga yang cukup tinggi. Dimana warga yang ikut bergotong royong tidak hanya terlibat kaum adam saja, melainkan kaum hawa yang terdiri dari ibu-ibu hingga remaja. IKRA HARDIANSYAH

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Hukum & Kriminal

Kota Bima,  Bimakini.-  Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban jelang Pemilu Serentak 2024, personel gabungan TNI-Polri melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di Wilayah...

Hukum & Kriminal

Bima, Bimakini.- Kini Komando Distrik Militer (Kodim) 1608/Bima ikut menangkap seorang bandar Narkoba dan 3 orang kaki tangannya di wilayah Kecamatan Monta, Kabupaten Bima,...

Peristiwa

Bima, Bimakini.-Di musim kemarau seperti ini, nyaris semua wilayah di Bima – Dompu hingga Pulau Sumbawa umumnya, panas mataharinya membara bak terbakar! Suasana ini...

Peristiwa

Bima, Bimakini.-Upacara penutupan Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-118, di Desa Riamau Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Kamis 19 Oktober 2023 berlangsung sukses...

Peristiwa

Bima, Bimakini.-Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Wakil Inspektorat Jenderal TNI AD Mayjen TNI Irham Waroihan S.Sos, beserta Tim Wasev TMMD Ke 118 Mayor...