Politik

Panwaslu: Kampanye TGB-Amin Sarat Pelanggaran

Bima, Bimakini.com.-  Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Bima mengidentifikasi kampanye pasangan TGH H. Zainul Majdi (TGB)-Muhammad Amin, sarat pelanggaran. Apa saja? Panwalu menyebutkan, yakni pelibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), anak-anak, dan tidak menaati ketentuan jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB.

Anggota Panwaslu Kabupaten Bima, Junaidin, S.Pd,  menyebutkan, sesuai jadwal, kampanye TGB-Amin sama seperti pasangan lainnya, mestinya dimulai pukul 14.00-17.00 WITA, dengan pilihan lokasi lapangan Semangka Sape, Maria Wawo, Tawali Wera, Parado atau Garuda Woha. Namun, pasangan tersebut melaksanakan kampanye maraton atau dengan model keliling. Meliputi Kecamatan Langgudu dan Lambu yang dimulai pukul 09.00-12.00 WITA, di luar lokasi dan waktu yang ditetapkan KPU.
“Karena sudah melanggar kami akan proses sesuai hasil temuan di lapangan,” katanya melalui telepon selular, kemarin.
Diakuinya, sebenarnya Panwaslu Kabupaten Bima sudah menegur tim dan pasangan calon tersebut, namun mereka tidak mengindahkan peringatan itu dan tetap melaksanakan kampanye di luar lokasi dan waktu yang ditetapkan. Selain pelanggaran waktu, Panwaslu juga menemukan pelibatan anak di bawah umur dan dua Kepala Desa, PNS saat kampanye pasangan itu.
     “Sebenarnya masalah perubahan sistem kampanye, hanya saja pelanggaran jadwal dan lokasi yang kita persoalkan,” katanya.
    Diisyaratkannya, Panwaslu akan memanggil dan mengelarifikasi sejumlah PNS dan Kepala Desa yang diduga terlibat saat kampanye pasangan TGB-Amin. “Kita akan klarfikasi mereka itu,” isyaratnya.
    Pantauan Bimakini.com, Selasa sore, iringan kendaraan roda dua dan roda empat  yang mengikuti pasangan TGB-Amin menuju kampanye di Sape. Kondisi itu memaksa kendaraan lain yang berlawanan arah harus bersabar meminggirkan kendaraannya. Hampir seluruh badan jalan digunakan pendukung pasangan tersebut.
    Demikian juga saat kembali ke Kota Bima. Sepanjang jalan di Wawo dipadati iringan pasangan itu. Puluhan warga Desa Maria pendukung pasangan itu kecewa, karena meski menunggu sejak pukul 16.00 WITA, pasangan itu tidak mampir.
    Meski lambaian tangan warga ingin menahan laju kendaraan, tetapi ternyata terus meluncur ke Kota Bima. “Jelas kita kecewa, tetapi tidak mengapa karena tidak ada janji sebelumnya. Soalnya, informasi yang kita peroleh pasangan itu akan shalat Magrib di Kecamatan Wawo,” ujar warga Maria, W. Arafah, di Maria, Selasa (30/4).
    Namun, kata dia, informasi dari tim TGB-Amin iringan kendaraan pasangan itu dikawal Panwaslu NTB, sehingga tidak bisa memenuhi dahaga warga yang ingin menyambut tim itu. “Warga memang kecewa, tetapi kita informasikan bahwa kehadiran rombongan adalah untuk kampanye di Sape dan tidak dijadwalkan untuk warga Kecamatan Wawo. Mohon maaf lain kali saja,” ujar Wukuf mengutip ucapan tim TGB-Amin via telepon seluler, tadi malam.
    Dia mengaku, tim memohon maaf kepada warga Wawo karena perjalanan itu sudah diatur Panwaslu sesuai jadwal dan waktu yang ditentukan. Tim tidak diizinkan menyambangi warga di kecamatan Lain, walaupun  ada yang  ingin bertemu. (BE.17/BE.13)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top