Pendidikan

Raih APE, PUG di Kabupaten Bima Masih Butuh Keseriusan

Kegiatan Solud Outlook 2018 di Falcao Cafe yang memaparkan tentang berbagai program, slah satunya Pengarus Utamaan Gander di Kabupaten Bima, Ahad.

Bima, Bimakini.- Pada tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya pemerintah Kabupaten Bima mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE). Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen dan peran kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah yang telah berupaya dan berkomitmen melaksanakan pembangunan PPPA melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG).

Ketua Perkumpulan Solud NTB, Safriatna Ach, mengatakan,  Kabupaten Bima memeroleh penghargaan APE yang diterima Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, karena memenuhi tujuh prasyarat. Komitmen, Kebijakan, Kelembagaan, Sumber Daya Manusia dan Anggaran, Data, Sistim Informasi Dan Bahan Informasi, Metode Dan Tool , Peran serta Masyarakat Dan Dunia Usaha serta Inovasi.

Ketujuh prasyarat itu dibutuhkan kerjasama yang saling mendukung. Peran SOLUD dalam rangka mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah pada prasyarat ke tujuh yaitu peran serta Masyarakat Dan Dunia Usaha. Beberapa langkah strategis yang di lakukan oleh SOLUD berupa peningkatan kapasitas ASN dalam menyusun perencanaan anggaran yang rensponsif Gender, dalam bentuk pelatihan dan penyusunan Analisi Anggaran dengan metode Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS).

“Pengarusutamaan gender bukan hanya soal perempuan, tapi juga kelompok rentan,” ujarnya saat kegiatan SOLUD OUTLOOOK 2018 di Falcao Café, Ahad (13/1).

Ditegaskannya, meskipun  Kabupaten Bima sudah dapat penghargaan, OPD terkait diharapkan terus menggenjot PUG. Ditambah lagi anggaran yang masih mini, dan Indeks Pembangunan Gender di Kabupaten Bima masih naik turun.

Diharapkannya, melalui pemberian penghagaan APE ini semakin memotivasi Pemda dalam melakukan berbagai inisiatif untuk mewujudkan proses pelaksanaan pembangunan dan menjamin hasil pembangunan yang adil bagi semua. Semua stakeholder dapat bekerja sama, berkolaborasi, dan saling bahu membahu mengemban mandat untuk menjadikan perempuan dan anak Indonesia berada pada garis aman, mandiri, bermartabat, dan berkualitas.

Lanjutnya, Pemkab Bima Bersama Perkumpulan SOLUD dengan pola Ko-Kreasi mengantarkan untuk memeroleh Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) yang diterima oleh Bupati Bima pada 19 Desember 2018 di Jakarta yang di berikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan Wakil Presiden RI.

“APE adalah penghargaan yang diberikan kepada  Kabupaten dan Kota yang memiliki komitmen tinggi dan peran serta dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender melalui strategi Pengarus Utamaan Gender,” jelasnya.

Selain dukungan terhadap pemerintah daerah, Perkumpulan SOLUD bersama Seknas FITRA (Forum Indonesia Untuk Transparasi Anggaran) yang di dukung oleh FES Indonesia (Friedrich-Ebert-Stiftung) juga memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi pemerintah desa. Dari kegiatan tersebut ada sepuluh desa dalam menjalankan perencanaan dan penganggarannya yang rensponsif gender. Diharapkan kedepannya makin bertambah jumlah desa yang rensponsif gender.

Prestasi yang telah diraih, harus menjadi penyemangat dalam berbuat lebih lagi, diharapkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) betul-betul memperhatikan komitmen untuk mewujudkan PUG, terutama dalam memenuhi tujuh prasyarat yang sudah ditentukan.  Berdasasrkan data yang ada, IPG Kabupaten Bima mengalami fluktuasi yaitu naik dari sebesar 90,61 pada tahun 2013 menjadi 91,14 pada tahun 2014 dan pada tahun 2015 kembali naik menjadi 91,27. Namun pada tahun 2017 terjadi penurunan menjadi sebesar 91,08. Sementara anggaran yang rensponsif gender baru berkisar Rp. 66.684.853.230,- atau sebesar 10,05 persen dari total APBD Kabupaten Bima TA. 2018. (IAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 48
    Shares
To Top