Peristiwa

Disiksa di Singapura, TKW Asal Tolotangga Dirawat di RSUD Sondosia

TKW asal Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Rosnani, diduga disiksa majikannya di Singapura. Kini sedang di rawat di Rumah Sakit.

Bima, Bimakini.- Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima,  Rosnani, diduga disiksa majikannya di Singapura hingga nyaris di sekujur tubuhnya mengalami luka parah. Korban pun ini mengalami trauma berat mendalam.

Tidak hanya itu, Rosnani kini di rawat di RSUD Sondosia, Kabupaten Bima. Korban merasa sekujur tubuhnya sakit, diduga akibat penyiksaan majikan.

Rosnani mengawali cerita saat mengadukan nasib yang dialaminya di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima akhir pekan lalu. Selama enam bulan sebelum kepulangannya ke Indonesia Selasa (29/1) malam lalu, saban hari disiksa secara sadis.

“Mereka (majikan, Red) menyiram air panas ke tubuh saya. Tiap hari dan begitu saja,” tukasnya dengan nada lirih dihadapan petugas Disnakertrans.

Tidak hanya itu bebernya, majikannya kerap  kali menyetrika ke seluruh bagian tubuhnya, seperti kaki dan tangan yang menjadi sasaran utamanya.

Yang lebih menyedihkan lagi, kata Rosnani, majikannya tidak pernah memberinya makan. Selama dua tahun bekerja sebagai TKW hanya 6 bulan digaji, sisanya tidak diterima.

“Saya dikasih makan mi instan hanya sekali sehari. Selain itu, selama enam bulan penyiksaan, saya jarang sekali makan nasi karena tidak dikasih dan bahkan tidur pun dilantai hanya beralaskan baju di badan,” katanya.

Terlihat pula, di sekujur tubuh perempuan berumur 25 tahun itu masih memiliki bekas luka di seluruh badan, tangan dan kakinya. Terlebih lagi, akibat kejadian itu Rosnani cukup mengalami trauma mendalam dan terlihat seperti mayat hidup saat datang mengadu ke Dinas Disnakertrans didampingi sejumlah pihak keluarga.

“Saya dipulangkan lebih awal sebelum masa kontrak habis, itu untuk menghindari cek-up yang biasa dilakukan setiap enam bulan sekali,” ungkapnya dengan nada melemas.

Aksi majikannya itu katanya sebagai bentuk menghindari pemeriksaan secara oleh KBRI terhadap para TKI. “Dari Singapura, saya dibelikan tiket menuju Denpasar Bali dan dikasih uang tunai hanya Rp2 Juta,” ucapnya terbata-bata.

Kasus penyiksaan Rosnani ini tengah didalami pihak Disnakertrans. Pihak dinas sudah memanggil perusahaan PJTKI yang memberangkatkan Rosnani ke negara Singapura.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, ternyata Rosnani diberangkatkan oleh dua perusahaan PJTKI yang memilki cabang di Bima pada tahun 2016 silam. Awalnya dijanjikan oleh PJTKI ke Brunai Darussalam,” kata Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja, Irfan M Noer.

Namun, setelah sampai di Jakarta, dia diberangkatkan dengan paksa ke Singapura. Di sana dia memiliki dua majikan. Untuk majikan pertama, Rosnani hanya bekerja beberapa bulan saja. Setelah pindah ke majikan kedua, awalnya berjalan baik dan setelah itu mendapat perlakuan kasar hingga dirinya pulang ke negara asal.

Lebih lanjut dijelaskannya, setelah mengambil BAP dari korban Rosnani, pihak dinas saat ini tengah mengambil keterangan dari pihak sponsor atau Perusahaan PJTKI yang memberangkatkan Rosnani saat itu.

Menurut Irfan, sepertinya ada kejahatan PJTKI dalam hal pengiriman TKI ke luar negeri. Untuk itu, selesai mengumpulkan semua berkas dan bukti lainnya, kasus ini akan kami laporkan secara hukum ke pihak kepolisian. (IQO/YAN)

Share
  • 752
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top