Ekonomi

Gubernur NTB Diminta Sejahterakan Petani Garam

Pertemuan gubernur dengan petani garam di ruang VIP Bandara Bima.

Bima, Bimakini.- Sejumlah petani garam desa pesisir dari tiga Kecamatam di Kabupaten Bima, berdialog dengan Gubernur NTB, Dr H Zoelkiflimansyah di ruang VIP Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Rabu (21/8). Para petani mendesak gubernur memiliki upaya menyejahterakan mereka.

“Kami paham, Pemerintah Daerah dan Provinsi bukan penentu menstabilkan harga garam, tapi kami minta Gunernur NTB harus ada upaya menaikkan harga garam dari petani,” jelas Indra perwakilan petani garam di hadapan gubernur.

Harga garam yang tingkat petani saat ini berkisar Rp 5.000 hingga 7.000 ribu per karung, tiga tahun terakhir, tengkulak atau pedagang memotong harga jual dari Rp 150 hingga Rp200 ribu menjadi Rp 5.000 ribu rupiah.

“Mau tidak mau petani harus menjual dengan harga serendah itu, karena butuh uang, disini kami meminta kehadiran Pementah untuk menetapkan harga jual beli garam, supaya petani tidak meradang,” jelasnya.

Sementara Arif Munandar, menyampaikan, petani bisa saja memproduksi garam kualitas K1 da K2, apabila ada jaminan perusahaan industri garam membeli ke petani.  “Memproduksi garam kualitas K1 dan K2 itu membutuhkan bantak waktu, tapi kami mampu lakukan, asalkan ada jaminan Pemerintah hadirkan pembeli garam yang intens,” jelasnya.

Dialog petani dengan Gubernur NTB itu, difasilitasi oleh Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dan Kabupaten Bima, serta dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bima serta pimpinan FKPD lainnya.

Sementara Gubernur NTB Dr. H Zoelkiflimansyah, menjelaskan tugas Pemda dan Provinsi hanya memfasilitasi aspirasj masyarakat ke pihak Industri,  sebab yang menentukan harha garam yaitu industry.

“Tugas pemerintah bukan menentukan harga garam tapi kami berkewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat kami,” jelasnya.

Kata dia,  jika industri membeli garam kualitas A atau 1, maka Pemerintah tidak bisa berbuat banyak, namun aspirasi masyarakat petani ini, wajib hukumnya disampaikan ke Industri. “Kalau kualitas garam menjadi kendala Industri tidak menggarap produksi garam kita, maka kualitas garam kita akan diperbaiki,” katanya.

Kata Bang Zul, di Kabupaten Bima akan dibangun industri garam, petani diminta untuk menyiapkan garam kualitas K1 dan K2 untuk dijadikan sampel saat Tim melakukan survei lokasi nanti.  “Saya akan temani langsung tim minggu pertama bulan September nanti, saya minta senyiapkan garam kualitas K1 dan K2, saya akan hadirkan PT Garam untuk melihat langsung” pungkasnya. (MAN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
  • 21
    Shares
To Top