Connect with us

Ketik yang Anda cari

Pemerintahan

Tim Inovasi Dikes Kota Bima Wakili NTB di Gelaran TTG Tingkat Nasional

Pokmas Pengerajin APORIT di Kelurahan Paruga.

Kota Bima, Bimakini.- Tim inovasi Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima kembali menoreshkan prestasi tingkat Nasional. Dengan hasil ciptaan berupa alat kaporisasi, terpilih menjadi duta Provinsi NTB untuk mengikuti ajang gelar teknologi tepat guna tingkat nasional.

Sebelumnya pada tahun 2023, Tim Inovasi Dikes Kota Bima berhasil masuk dalam Nominasi Top Inovasi Nasional yang diseleksi KemenPAN-RB, mewakili Provinsi NTB.

Mereka menciptakan terobosan baru dalam menangani masalah tuberculosis di Kota Bima. Yakni, Inovasi KAWANGI KOPI TB (Kawara Angi Koalisi Organisasi Profesi Indonesia Tuberculosis) dengan inovator Zulkaidah SKM dan kawan-kawan.

Pada gelaran TTG Tingkat Nasional yang akan berlangsung pada Juni 2024 di Lombok Tengah, Zulkaidah SKM dan kawan-kawan akan menampilkan teknologi tepat guna hasil ciptaannya yang diberi nama APORIT. Sebuah alat penabur kaporit yang berguna untuk membunuh kuman dalam air, sehingga layak konsumsi.

Sebelumnya pada gelaran TTG XIX Tingkat Provinsi NTB yang digelar di Gedung Seni Budaya Kota Bima pada 8 Maret 2024 lalu, APORIT berhasil keluar sebagai juara pertama. Keberhasilan ini yang mengantarkannya pada gelaran TTG tingkat nasional Juni 2024 mendatang, mewakili Provinsi NTB.

“Alhamdulillah, atas ijin Allah dan dukungan semua pihak terutama kerjasama tim, kami dipilih mewakili NTB pada gelaran TTG tingkat nasional. InsyaAllah pelaksanaannya tanggal 5-6 Juni 2024 di Lombok Tengah,” ujar Zulkaidah di sela pembentukan Pokmas Pengerajin APORIT di Kelurahan Paruga.

Bapak satu anak ini menjelaskan, APORIT merupakan alat penabur kaporit. Alat ini memiliki banyak manfaat dan kegunaannya.

APORIT sangat efektif dalam kegiatan kaporisasi sarana air bersih yang ada di masyarakat, sehingga kualitas air bersih terjaga. “Bubuk kaporit dapat bekerja secara merata dalam air, sehingga bakteri dapat dimatikan,” jelas Zulkaidah.

Zulkaidah mengatakan, bahan pembuatan APORIT berasal dari barang bekas yang tidak terpakai seperti pipa PVC ukuran 2 dim dan 3/4 dim. Inovasi tersebut sekaligus mendaur ulang barang bekas.

APORIT lanjutnya, dapat membantu petugas kesehatan dan masyarakat ketika melakukan kaporisasi pada sarana air bersih. “Alat ini dapat diproduksi secara massal dengan biaya produksi murah,” tandas Zulkaidah.

Anggota Tim inovasi lainnya, Asriadin, S.ST, M.Si dan Arief Rahmansyah, SKM, mengatakan, APORIT telah dipasarkan di market place Shopee dan mini market di Kota Bima.

Bahkan, kata Asriadin, sudah ada yang memesan secara langsung pada mereka. “Kami sedang memproduksi dari para pemesan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, cara pembuatan alat penabur kaporit tersebut sudah ada dalam chanel youtube. “Kita ketik kata kunci ‘alat penabur kaporit’ nanti akan muncul,” pungkasnya. (*)

Ikuti berita terkini dari Bimakini di Google News, klik di sini.

Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat 26 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak awal tahun 2024....

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Tim gugus tugas penanganan Covid-19 kota Bima diwakili Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) H Azhari menyerahkan MoU kepada Kepala Kejaksaan Negeri Raba-Bima,...

Pemerintahan

Kota Bim, Bimakini.- Pemkot Bima mengalokasikan angaran cukup besar untuk penanganan Covid19, sejak tahun 2020 dan 2021. Tahun 2020  sekitar Rp 28 miliar dan...

Pemerintahan

Kota Bima, Bimakini.- Kepala Dikes Kota Bima, Drs H Azhari hari ini menerima SK hibah seluruh aset milik Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. Salah...

Peristiwa

Kota Bima, Bimakini.- Saat ini Kota Bima kembali masuk status zona sangat merah di wilayah NTB. Dari data Dinas Kesehatan saat ini saja masih...