Olahraga & Kesehatan

Empat Pelari Kota Wakili NTB pada PON Jabar

Kota Bima, Bimakini.com.- Arif Rahman, petenis muda berbakat lebih dulu memastikan diri mewakili NTB di kancah multi even Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jawa Barat tahun 2016 mendatang. Sekarang menyusul empat pelari andalan Kota Bima.

Kepastian itu disampaikan pelatih atletik Kota Bima, Drs Zubaer, MSi, Sabtu (10/10/2015) lalu, usai mengikuti rapat kordinasi seluruh Cabang Olahraga (Cabor) yang digelar KONI Kota Bima.

Empat pelari Kota Bima yang lolos PON Jabar adalah Fadlin, Arif Rahman, Rostina, dan Muhadir Muhammad.

Zubaer menjelaskan, dari enam atlet yang dikirim untuk mengikuti Pra-PON yang berhasil melewati seleksi hanya empat pelari itu. Dua pelari lainnya, masih menunggu hasil perangkingan. “Dari enam yang kami kirim, tinggal Muhammad Amirulah dan Kadek yang masih menunggu perangkingan mendapatkan tiket menuju PON,” jelasnya.

Berdasarkan hasil Pra-PON beberapa waktu lalu, Fadli akan berlaga pada nomor 100-200 meter. Kemudian Arif Rahman nomor 200-400 meter, Rostina 100-200 meter. UntuK Muhadir Muhammad nomor 400 gawang putra. Karena sudah lolos ke PON, mereka saat ini sedang mengikuti pemusatan latihan (TC).

Arif mengikuti TC di Bandung, Fadlin dan Muhadir Muhadir saat ini masih mengikuti TC di Pelatnas Jakarta. “Fadlin tetap di Pelatnas karena akan mengkuti kejuaran lain di luar negeri dalam waktu dekat,” kata pelatih yang banyak menghasilkan atlet berprestasi ini.

Rostina, Muhammad Amirulah dan Kadek memgikuti pelatihan di Peltda Mataram. Karena Amirulah dan Kadek masih menunggu hasil perangkingan.

Soal peluang atlet Kota pada ajang PON mendatang, Zubaer memrediksi, tiga dari empat yang dikirim, mampu menggondol medali emas. Nomor lari gawang belum bisa dipastikan.

“Untuk lari gawang saya belum yakin. Tapi kita doakan saja semoga mereka semua bisa mengharumkan nama Kota Bima pada PON Jabar,” harapnya. (Aris)

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top