Connect with us

Ketik yang Anda cari

Opini

Kurikulum Prototipe 2022  Sebuah Hambatan Atau Solusi?

Oleh: Eka Ilham, M.Si

Akhir-akhir ini kurikulum prototipe menjadi perbincangan hangat dalam dunia pendidikan. Kurikulum prototipe adalah kurikulum pilihan (opsi) yang dapat diadaptasi dalam satuan pendidikan mulai tahun ajaran (TA) 2022/2023. Kehadiran kurikulum prototipe pada dasarnya adalah untuk melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya. Jika kita melihat dari kebijakan yang akan di ambil oleh para pemangku kebijakan, nantinya sebelum kurikulum nasional dievaluasi tahun 2024, satuan pendidikan akan diberikan beberapa pilihan kurikulum untuk diterapkan di sekolahnya masing-masing. Pada 2024 nanti, kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran. Kurikulum prototipe ini boleh dikatakan sebagai Kurikulum Paradigma Baru yang akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap melalui program sekolah penggerak yang beberapa tahun ini sedang dijalankan. Pada akhirnya nanti kurikulum prototipe akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di seluruh Indonesia.

Pada tanggal 23 Juli 2021 Pukul 14.00-16.00 WIB waktu Jakarta melalui Zoom Meeting Kepala Balitbang Kemendikbudristek RI pak Nino mengundang seluruh organisasi profesi guru dalam kegiatan yang bertajuk “FGD Pengembangan dan Evaluasi Model Pembelajaran Sekolah Penggerak Dan SMK Pusat Keunggulan Sebagai Prototipe”. Penulis mendapatkan kesempatan pertama untuk memberikan komentar terhadap penyampaian dari Kemendikbudristek RI tentang kurikulum prototipe di tahun 2022. Penulis menyampaikan, problem yang di hadapi pendidikan Indonesia saat ini bukan pada persoalan kurikulum akan tetapi pada persoalan komunikasi. Kita terjebak pada kurikulum yang modelnya setiap ganti menteri ganti kepemimpinan selalu ada perubahan, padahal kurikulum sebelumnya belum tuntas kita terapkan pada guru dan siswa. Pada tataran pembelajaran di lapangan guru memiliki problem komunikasi dalam menerjemahkan maksud dan tujuan dari kurikulum pada peserta didik. Komunikasi yang dimaksud penyampaian materi baik berupa teori dan praktek mengalami kesulitan. Komunikasi yang di gunakan guru tidak dapat di pahami oleh peserta didik. Hal ini di akibatkan juga oleh kemampuan komunikasi murid dalam menerima pelajaran dan menyampaikan respon materi yang disampaikan gurunya. Walaupun guru dan muridnya pintar, serta mempunyai kemampuan menguasai materi namun apabila tidak memiliki komunikasi yang baik, maka percuma saja setiap kurikulum kita ganti. Apapun model kurikulum yang digunakan kemampuan guru dan siswa adalah kata kuncinya terutama dalam komunikasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berkeadilan.

Sudah 20 tahun Indonesia mengalami krisis pembelajaran. Banyak murid yang bersekolah tetapi hanya sedikit pembelajaran di sekolah. Krisis itu diperparah dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang memperparah learning loss. Ada tiga opsi kurikulum yang bisa di pilih oleh satuan pendidikan untuk pemulihan pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat, kurikulum prototipe atau kurikulum paradigma baru.

Nantinya kurikulum ini akan ditawarkan kepada semua sekolah, namun kurikulum prototipe hanya akan diterapkan di satuan pendidikan yang berminat menggunakannya sebagai sebagai alat untuk transformasi pembelajaran. Contoh penerapan kurikulum prototipe, siswa yang ingin menjadi insinyur nantinya boleh mengambil matematika lanjutan dan fisika lanjutan, tanpa mengambil biologi. Siswa tersebut kemudian boleh mengombinasikannya dengan mata pelajaran IPS, bahasa, dan kecakapan hidup yang sejalan dengan minat maupun rencana kariernya. Dalam kurikulum prototipe, siswa diharuskan mengambil 18 jam pelajaran wajib dan 20 jam pelajaran pilihan per minggu. Namun tidak semudah itu kita menyederhanakan persoalan bahwa siswa yang ingin menjadi insinyur bisa menguasai matematika lanjutan dan fisika lanjutan. Solusinya guru dan siswa harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Penekanan pada kemampuan komunikasi dan publik speaking guru dan murid itulah yang terpenting dalam menerjemahkan setiap model kurikulum yang selalu mengalami perubahan. Terutama pada daerah-daerah 3 T yang secara kemampuan akses pembelajaran dan sarana prasarana kurang mendukung dalam proses pembelajaran.

Apa itu Kurikulum Prototipe?

Banyak guru yang penasaran dan bertanya, apa itu kurikulum prototipe 2022? Apa saja manfaat kurikulum prototipe 2022? Apa karakteristik kurikulum prototipe 2022?Sederhananya, prototipe adalah contoh yang dapat diartikan sebagai model pertama atau kasus uji. Prototipe tersedia untuk menguji apakah konsep yang diajukan tidak dapat diterapkan atau untuk menguji selera pasar.

Iklan. Geser untuk terus membaca.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI Online), prototipe merupakan model pertama yang dijadikan contoh. Perilaku juga dapat disebut sebagai contoh standar. Namun jika kita melihat asal kata, prototipe adalah kata bahasa Inggris untuk pinjaman, yaitu prototipe. Kurikulum Prototipe 2022 ditawarkan sebagai opsi tambahan untuk rehabilitasi pendidikan pada 2022-2024. Kebijakan Kurikulum Nasional akan ditinjau kembali pada tahun 2024 berdasarkan penilaian yang dilakukan selama masa pemulihan. Kurikulum prototipe mendorong pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa, dan memberikan ruang tambahan untuk pengembangan perilaku dan keterampilan dasar.

Kurikulum prototipe 2022 memiliki sejumlah karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran, yaitu: Pengembangan soft skill dan perilaku (menghormati etika, kolaborasi, keragaman, kebebasan, berpikir kritis, kreativitas) akan menerima komponen khusus pembelajaran berbasis proyek;

Fokus pada materi yang diperlukan untuk memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari keterampilan dasar seperti membaca dan menulis; Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pengajaran sesuai dengan kemampuan siswa (mengajar pada tingkat yang tepat) dan melakukan penyesuaian terhadap lingkungan dan isi. Karakteristik utama kedua Kurikulum prototipe 2022  adalah fokus pada hal yang penting. Kurikulum prototipe, atau kurikulum PSP, berfokus pada materi yang dibutuhkan untuk setiap mata pelajaran, untuk menyediakan tempat bagi pengembangan profesional, dengan keterampilan mendalam seperti membaca dan menulis dan berhitung. Karakteristik utama ketiga adalah kurikulum prototipe 2022  Rancangan kurikulum sekolah dan rencana persiapannya bersifat dinamis. Kurikulum prototipe atau kurikulum PSP menetapkan tujuan pembelajaran di setiap tingkatan (2-3 tahun). Aplikasi Kurikulum Prototipe Sebagai alternatif untuk memulihkan pembelajaran selama 2022-2024, hal ini dapat dilakukan secara bertahap tergantung pada kapasitas dan tujuan sekolah.

 

 

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.

 

Bagaimana Kurikulum Prototipe Mengubah Pembelajaran?

Kurikulum prototipe menjadi berbasis kompetensi, guru mengajar tidak hanya menuntaskan mata pelajaran akan tetapi ketercapaian penguasaan pada mata pelajaran baik secara teoritis dan praktek di lapangan. Kesiapan murid dan kebutuhan murid merupakan prioritas utama dalam proses pembelajaran. Kondisi selama ini pembelajaran berorientasi pada ketuntasan materi sehingga penyampaian materi satu arah. Kita bukan melihat halaman buku yang kita selesaikan, akan tetapi kompetensi apa yang belum di kuasai oleh siswa kita melalui asesmen diagnosis. Penting bagi guru membantu murid melalui penguasaan kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran, sehingga mendorong bagi guru yang ada di daerah untuk menerapkan proses selama pembelajaran berdasarkan kondisi kemampuan siswa dan daerah.

Hadirnya kurikulum prototipe dapat memberikan solusi bahwa buku teks bukan sebagai sumber utama bagi siswa tetapi pembelajaran lingkungan kehidupan merupakan alternatif baru dengan menjadikan kehidupan dan alam sekitarnya sebagai sumber belajar. Pembelajaran yang memfasilitasi siswa mengenali potensi dan persoalan di sekitar, serta merumuskan, menguji, dan mempromosikan solusi yang relevan dan memberdayakan konteks. Murid dapat menggunakan pemahaman konsep untuk berkontribusi dalam masyarakat sekitarnya.

Hal ini dapat tercapai apabila kualitas guru di tingkatkan dengan memberikan kesempatan belajar bagi guru dan satuan pendidikan. Satuan pendidikan dalam hal ini sekolah berwenang menerjemahkan capaian pembelajaran menjadi alur tujuan pembelajaran. Meski ada standar, tetapi sekolah bisa kreatif merancang pembelajaran sesuai perkembangan murid.

Kolaborasi dan sinergitas merupakan kata kunci dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan karena pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama (*)

Iklan. Geser untuk terus membaca.

.

Ketua Umum

Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Bima

Kepala Litbang Federasi Serikat Guru Indonesia Pusat(FSGI)

 

Iklan. Geser untuk terus membaca.
Click to comment
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Hindari komentar bermuatan pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Berita Terkait

Pendidikan

Bima, Bimakini.- Gerakan literasi “Sastra Goes To School”, Senin (7/2/2022), berlangsung di SDN belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Kegiatan literasi ini juga sekaligus membagikan...

Opini

Oleh: Eka Ilham, M.Si Sekolah belum memberi rasa aman bagi guru, baru saja kita memperingati Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2021 dengan gegap gempita...

Opini

Oleh: Eka Ilham, M.Si (Sebuah catatan kecil guru-guru sukarela di daerah terpencil, menceritakan kisah duka dan dinamika Seorang Guru Sukarela Pak Amiruddin.S.Pd di Desa...

Opini

Oleh: Eka Ilham, M.Si Merdeka atau mati?”, sangat sesuai dengan kondisi Republik hari ini, Pandemi Covid-19 belum berakhir.  Suara pekikan menjelang hari kemerdekaan Indonesia ...

Opini

Oleh: Eka Ilham, M.Si. Sekolahlah biar kaya. Sekolahlah agar sukses. Kalau kau tidak sekolah, kau akan menjadi orang miskin dan tidak bisa menggapai cita-citamu....