Pendidikan

Siswa MTsN 1 Ditolak Ikut OSN!

Kota Bima, Bimakini.com.- Hasrat yang membuncah dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bima, untuk mengikuti ajang Olimpiade Siswa Nasional (OSN) Kota Bima, rupanya terbentur. Pasalnya, pihak penyelanggara, Dinas Dikpora Kota Bima, tidak mengijinkan siswa berlebel madrasah mengikuti ajang tersebut.

Berbagai upaya yang dilakukan agar siswa MTsN 1 Kota Bima untuk ikut serta, tidak berbuah hasil. Bahkan, kabarnya hingga menemui Wakil Wali Kota Bima, H A Rahman H Abidin, SE, namun tetap saja kandas. Dinas Dikpora Kota Bima, tetap tidak bisa mengikutkan siswa madrasah.

Kenyataan semua itu diakui oleh Kepala MTsN 1 Kota Bima, Mansyur, S.Ag. Bahkan, pihak madrasah menilai larangan ini bertentangan dengan Undang-undang (UU) Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional. “Kami sudah berupaya dengan pendekatan persuasive, berkomunikasi dengan Dinas Dikpora dan Provinsi, tapi tetap tidak bisa,” katanya pada wartawan di MTsN 1 Kota Bima, Sabtu (5/5).

Alasan tidak diikutkannya siswa madrasah, kata Mansyur, karena pedoman pelaksanaan OSN tidak menuliskan nama MTs/MA, hanya SMP/SMA. Namun pedoman itu sendiri hingga kini tidak ditunjukkan oleh pihak dinass. “Kami hanya diberikan silabus. Untuk apa, jika kami tidak bisa ikut serta,” sesalnya.

Masalah ini, kata dia, sudah dikomunikasikan bersama dengan semua madrasah di Kota Bima. Protes akan dilayangkan bersama, bahkan akan berkoordinasi dengan semua madrasah di NTB. “Kami mungkin akan menempuh jalur hukum, menggugat masalah ini. Kami menganggap ini sebagai bentuk diskriminasi dan bertentangan dengan UU tentang Sistim Pendidikan Nasional,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, MTsN 1 Kota Bima telah membentuk tim advokasi hukum, untuk membawa masalah ini ke jalur hukum. Selain itu akan menggalang solidaritas semua komite madrasah se NTB.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Dinas Dikpora Kota Bima, Gufran, mengatakan dalam pedoman kegiatan, tidak dicantumkan madrasah, hanya SMP/SMA. Lantaran tidak adanya petunjuk tehnis tersebut, sehingga tidak diikutkan. “2011 lalu ketika dari madrasah diikutikan ditingkat provinsi, tidak dikirim ke tingkat nasional. Dari pada kecewa, leih baik tidak diikutkan saja,” ujarnya via hanphone (HP).

Plt Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Suryadi, MPd, juga melalui HP, mengatakan masalah tersebut masih dikoordinasikan dengan provinsi. Tidak diikutikannya madrasah, karena tidak tertera dalam petunjuk tehnis OSN.

Saat ini, kata dia, direktorat pendidikan nasional dan kementerian agama, masing-masing menyelanggarakan OSN. Untuk MTs/MA akan pelaksanaannya tersendiri. (BE.16)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top