Ekonomi

Warga “Tabur Bibit Jagung” di Kantor Dewan

Warga saat membuang bibit jagung di ruang sidag dewan.

Bima, Bimakini.- Kesal lantaran bibit jagung yang diterima para petani tidak berkualitas bahkan kebanyakan bibit mati, belasan warga nekat membuang bibit jagung bermerek premium 919. Aksi “tabur” bibit jagung tersebut berlangsung mulai dari ruang Ketua DPRD Kabupaten Bima, Selasa (29/10) .

Tidak sampai disitu saja, warga yang terdiri dari anak muda dari berbagai kecamatan tersebut juga melakukan hal serupa dengan menabur bibit jagung di ruang umum rapat paripurna dewan saat dilakukan hearing bersama para anggota DPRD setempat.

“Ini lho anggota dewan terhormat dan bapak dinas pertanian. Bibit jagung ini tidak pantas dibagikan ke kami. Ini tidak layak tanam dan kenapa harus dibagikan lagi padahal ini sudah tau rusak,” ucap salah satu perwakilan warga seraya melempar bibit jagung yang kasih terbungkus rapi dalam zaknya.

Mereka mendesak agar pemerintah agar mengganti jenis bibit jagung lain seperti merk NK 7328, bisi 18 dan Pioner seperti yang dibagikan pemerintah secara gratis sebelumnya kepada para petani yang tersebar di Kabupaten Bima.

Pantauan wartawan, bibit jagung yang diduga kuat adalah bibit mati tersebut berserakan di lantai ruang rapat utama serta juga di ruang ketua DPRD Kabupaten Bima. Awalnya mereka kesal lantaran dewan tidak menepati janjinya memulai aksi hearing tepat pukul 10.00 Wita kemarin.

Perwakilan pemuda, Solihun Hadi, mendesak legislatif merekomendasikan pencabutan bibit jagung yang ditolak para petani tersebut diseluruh petani di Kabupaten Bima.

“Saya menduga ada konspirasi jahat dari anggaran pengadaan bibit yang mencapai angka Rp 17 Miliar lebih ini. Terus berulang kali dilakukan sejak tahun lalu dan sekarang. Ada apa?,” ujar Solihun.

Warga juga mempertanyakan ketidakhadiran Kepala Dinas Pertanian, Indra Jaya serta Kabid Tanaman Pangan, Mansur saat audensi berlangsung. Karena katanya dua pejabat tersebut yang harus hadir dan bertanggungjawab terhadap persoalan tersebut.

Ketidakhadiran Kadis dan Kabid terkait tersebut, juga disesalkan sejumlah anggota dewan. Diantaranya Ruslan dari Gerindra, Ilham Yusuf dari PKS dan Edi Mukhlis dari Nasdem. Kata sejumlah Ketua Fraksi itu, sangat tidak bermakna pertemuan tersebut, jika kadis dan kabid tidak hadir sebagai penentu keputusan dan kebijakan atas sengkarut bibit jagung tersebut.

Yang parah diutarakan Edi Mukhlis. Katanya, Kabid Mansyur itu seorang pejabat yang tidak pernah menghargai dan menghadiri setiap panggilan dewan.

Rumitnya pembahasan persoalan sengkarut bibit jagung tersebut, memunculkan pernyataan dari Firdaus duta PDI Perjuangan, agar pimpinan dewan selaku pengatur regulasi sebelum adanya Alat Kelengkapan Dewan (ADK) yang dibentuk, agar membentuk Panitia Khusus (Pansus) masalah bibit jagung.

Sementara Kabid Beni yang merupakan bagian dari unsur Dinas Pertanian, menjelaskan bahwa daerah atau dinas hanyalah penerima manfaat saja, karena PPK program bantuan bibit jagung adanya di Provinsi.

Sementara soal petani mana saja yang mendapatkan atau menerima bibit jagung 919 jelas Beni, hanya 7 kecamatan saja diantaranya kecamatan Ambalawi, Sanggar, Soromandi dan lain-lain kecamatan.

Diakhir pertemuan itu, pimpinan sidang M Aminurllah menyimpulkan, penarikan kembali bibit 919 dan berikan kembali bibit jagung sesuai kebutuhan petani. “Jika memang tidak sesuai regulasi laporkan ke aparat berwajib. Kesimpulan ini menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti,” tutupnya. (IKR)

Share
  • 317
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top