NTB

Aksi Awal Tahun 2021, Dua Balita dapat Sentuhan Gubernur NTB

Gubernur NTB saat menjenguk Balita di Loteng.

Mataram, Bimakini.- Awal tahun 2021, tepatnya hari Ahad (2/1) di Pekan Pertama Januari 2021. Aksi Sosial Respon cepat Gubernur NTB. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc masih berlanjut dan tanpa henti. Kali ini dimulai dari dua anak usia dini, yaitu Aan Sofian, balita usia sembilan bulan yang tidak memiliki lubang anus, asal Dusun Sori landi Desa Doromelo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu dan Ahmad Imanudin (3) asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten ombok tengah.

Usai shalat subuh, Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik S.Sos MH, melihat tanda notifikasi Whats App (Wa). Ternyata, ada pesan singkat dari Bang Zul sebutan populer orang nomor satu di NTB. Mengintruksikan, agar Dinas Sosial segera melakukan asesment kepada dua balita yaitu balita di Lombok tengah dan balita di Dompu

Pada Respon Sosial awal tahun ini, Pak Gubernur berkenan membantu dua balita pada dua Kabupaten yang berbeda tersebut. Bantuan sejumlah dana dan sembako dan obat obatan serta telah dikoordinasikan untuk mendapatkan layanan Pemeriksaan lebih lanjut.

“Proses kooordinasi dan intruksi-nya seperti ini, Bang Zul tidak kaku dan fleksible. Serba harus cepat, baik cepat tanggap,cepat temu, cepat tindak dan cepat tuntas. Ini yang biasa dilakukan selama ini dalam merespon medsos,” Ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos MH, pada siaran pers, Ahad (2/1).

Khalik menyebutkan, menyoal dua balita yang membutuhkan perhatian tersebut. Bang Zul langsung merespon dengan aksi cepat Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten melalui Pilar Sosial Pendamping Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Dompu dan Satgas P3S Provinsi NTB serta TKSK Kecamatan Jonggat di Lombok Tengah. Guna melakukan Aksi assesment kondisi anak dan ekonomi keluarga agar dapat langsung ditindaklanjut.

Lebih lanjut kata penulis Buku JPS Gemilang ini, bahwa hasil Assesment Pendamping PKH di Dompu, Aan Sofian adalah buah hati dari pasangan suami istri, Andika Putra dan Ayutini. Dari Informasi kedua orang tuanya, balita tersebut direncanakan dirujuk ke RS Sanglah untuk mendapatkan tindakan medis. Secara fisik balita tersebut masih ehat Akan tetapi untuk Buang Air Besar (BAB) melalui anusnya tidak memungkinkan. Sehingga kondisi BAB melalui bagian perut yang di operasi di RSUD saat melahirkan kemarin.

Khalik juga menjelaskan, bahwa Proses awal ketika menjalani operasi, keluarga balita tersebut didukung BPJS Kesehatan. Hanya saja statusnya BPJS mandiri, kemudian berfungsi sejak bulan maret 2020.

“Kebutuhan saat ini susu formula dan obat yg d beli diapotik. Semoga ananda bisa kembali pulih. Aamiin,” Kutip mantan Kalak BPBD Provinsi ini.

Sedangkan kondisi ekonomi keluarga, sambung dia, merupakan keluarga dari kalangan yang belum menerima bantuan sosial PKH dan BPNT, karena data keluarga tidak masuk dalam data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Masih Kata Khalik, pada waktu yang bersamaan, Bang Zul juga memberikan perhatian pada balita bernama Ahmad Aminudin. Buah hati dari Gunawi dan Tini asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat. Berdasarkan asesment, Balita tersebut menderita Tumor Ginjal kiri ( Nefroblastoma. Kondisi anak baru ketahuan satu bulan yg lalu tepatnya bulan Desember 2020. Pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Desa Sukarare. Pernah menerima bansos JPS gemilang, bahkan perharmtian dari Laskr Komunity.

“Untuk BPJS masih status mandiri, kemudian akan diurus oleh Dinsos dan Dinkes Lombok Tengah untuk masuk dalam PBI JKS Pemda Lombok Tengah,” Timpalnya.

Dia menambahkan, Bang Zul saat itu langsung menyambangi kediaman orang tua balita ahmad Aminuddin. Untuk mengechek bersam dengan Asisten 1 Pemerintah Provinsi, sekaligus membicarkan penanganan lebih lanjut anak tersebut.

“Aksi respon sosial ini terus akan berlanjut. Pengaduan di medsos sangat transaparan dan dapat ditindaklanjut secar transparan pula. Karena Bang Zul konsen dengan kondisi Sosial dan Kesehatan Masyarakat di NTB, khususnya yang belum disentuh kebijakan Pemerintah,” Pungkas Mantan Penjabat Bupati Lombok Timur ini. PUR

Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top