Politik

Jangan Peroleh Kekuasaan dengan Cara Tipu Muslihat

Syarif Ahmad/Pengamat Politik

Kota Bima, Bimakini.com.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima telah  menetapkan tujuh pasangan Calon  Wali dan Wakil Wali Kota Bima yang akan bersaing pada 13 Mai 2013 mendatang.  Ada harapan terhadap mereka, yakni tidak memeroleh kekuasaan dengan cara tipu muslihat.

Akademisi STISIP Mbojo Bima, Syarif Ahmad, Msi, mengatakan proses Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB serta Wali dan Wakil Wali Kota Bima harus manusiawi.  Yakni menempatkan rakyat sebagai subyek proses Pemilukada, bukan menempatkan seperti barang dan jasa yang memperjualbelikan. “Calon dan tim sukses harus memenusiakan menusia, yakni pemilih, bukan menjadikannya obyek tipu-tipu,” tegasnya via hanphone, Selasa (26/3).

Pasalnya, kata Kandidat Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia ini, proses mendapatkan kekuasaan sangat berpengaruh pada cara pengelolaan kekuasaan nantinya.  Kalau kekuasaan diperoleh dengan cara tipu muslihat, beli suara, maka ketika berkuasa pasti korup. “Sudah bisa dipastikan jika kekuasaan diperoleh dengan jalan tipu-tipu, maka penguasanya akan korup,” ujarnya.

Dikatakannya, semua calon harus siap menang dan juga kalah. Siap menang dengan  proses yang demokratis, jujur, adil, serta anti politik uang.  Kalah dalam dalam proses pemilihan adalah sebuah konsekuansi. “Kalau takut kalah jangan berkompetisi, jika ingin menang, jangan dengan jalan curang,” ingatnya.

Syarif berharap Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima melahirkan kedewasaan berpolitik. Kedewasaan itu ditunjukkan dengan menjunjung asas Pemilu, yakni jujur, adil dan rahasia. Masyarakat juga diminta untuk cerdas menentukan pilihan, tidak memilih calon yang melakukan tipu muslihat dengan menghalalkan berbagai cara.

“Saatnya rakyat menjadi subyek atau pelaku utama Pemilukada, bukan sebaliknya selalu menjadi obyek penderita,” ujarnya. (BE.16)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
To Top