Peristiwa

Ustadz Darwin telah “Gerilya” pada Lima Tempat

Kota Bima, Bimakini.com.-

Menyambut Bulan Ramadan 1433 Hijriyah, Pemerintah Kota Bima melaksanakan kegiatan safari Haflah Al-Quran.  Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu, kembali menghadirkan ustadz Darwin Hasibuan, qari internasional asal Medan, Sumatera Utara.

Safari  haflah Al-Quran diawali di  Taman Kodo, Kecamatan RasanaeTimur. Berikutnya di aula SMKN 2 Kota Bima, wilayah Kecamatan Mpunda,  hari ketiga di lapangan Merdeka Kecamatan Rasanae Barat. Hari keempat di lapangan Tolo Tike Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota. Terakhir hari kelima di lapangan wilayah Kelurahan Rabadompu Timur Kecamatan Raba, bertepatan dengan pembukaan ke-7 MTQ Kota Bima.

Kepala BagianHumas dan Protokol Kota Bima, Muhammad Hasyim,S.Sos, SH, M.Ec.Dev, menjelaskan, kegiatan haflah Al-Quran dihadiri Wali KotaBima, HM.Qurais,  Wakil Wali Kota, H. A. Rahman, SE,  unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota Bima, Kementerian Agama Kota Bima, pengurus LPTQ Kota Bima, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kota Bima.

“Ustadz Darwin Hasibuan sudah dua kali kita undang ke Kota Bima melakukan safari haflah Al-Quran. Tahun 2010 lalu pernah diundang pada acara yang sama,’’ ujar Hasyim dalam pernyataan pers, kemarin.

Wali Kota Bima, HM. Qurais, mengaku, kegiatan haflah Al-Quran yang menghadirkan qari internasional, selain menyambut bulan suci Ramadan. Sekaligus bentuk rasa syukur,  Kota Bima berhasil keluar dari status disclaimer yang disandang sejak tahun 2004 lalu.

Wali Kota juga menyampaikan rasa syukurnya terhdap  keberhasilan utusan Kota Bima yang menjadi bagian kafilah Provinsi NTB pada MTQ tingkat Nasional di Maluku.  Muhammad Farhan Abubakar berhasil meraih juara pertama tingkat Nasional untuk cabang tartil tingkat anak-anak.

‘’Prestasi yang diraih Muhammad Farhan,kiranya dapat menjadi motivasi bagi kita, untuk terus  membina qari dan qariah, sehingga mengharumkan nama Kota Bima di tingkat Nasional,’’ harapnya.

Dijelaskannya, safari haflah Al-Quran salahsatu upaya syiar Islam dan menghidupkan kembali kebiasaan mengaji atau membaca kitab suci Al-Quran. “Tidak sekadar membaca, tapi bagaimana nilai-nilaidalam Al-Quran diamalkan pada kehidupan sehari-hari,’’ terangnya.

Katanya, di tengah arus modernisasi, nilai-nilai Islam menjadi filter, gar tidak terjerumus pada kehidupan hedonis. Termasuk membentengi generasi bangsa melalui pendidikan akhlak dan moral sejak dini  yang bersumber dari Al-Quran dan sunnah Rasul. “Kegiatan seperti ini salahsatu upaya kita menanamkan benih agama dalam jiwa kita, sehingga  kita mampu melahirkan generasi yang  Qurani dan mampu menghadapi tantangan zaman,’’ katanya. (BE.19)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top