Berita

Jatuh Cinta pada Wanita Bima

Herdhy bersama istri dan putrinya (ist)

IBU dan istri adalah dua wanita hebat bagi Herdhy. Dua wanita ini selalu ada untuk menguatkan dirinya dalam kondisi apapun. Siapa wanita yang dipinang Herdhy sehingga beraada di Bima saat ini? Berikut bagian akhir kisah Herdhyanto Ladjatang yang dituangkan dalam Catatan Khas Khairudin M. Ali.

Usai kuliah, Herdhy hanya sempat menganggur empat bulan, sebelum bekerja pada sebuah main dealer kendaraan roda dua di Makassar. Di perusahaan  inilah dia bekerja sambil traveling. ‘’Saya sering dikirim ke banyak daerah seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Pulau Sumatera. Saya  juga hobi jalan, ya kebetulan. Tidak menggunakan uang pribadi juga. Selain karier yang bagus, di perusahaan ini juga dia cukup diistimewakan. Pernah beberapa keluar tapi masih bisa masuk lagi,’’ katanya.

Bagaimana kisah cinta Herdhy?

Herdhy jatuh hati dengan wanita asal Bima. Namanya Dewi Puspaningsih. Mereka berkenalan di kampus yang sama, cuma beda fakultas. Wanita inilah yang membawanya ke Bima hingga kini. Dewi adalah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran ketika itu. Dia sangat dekat dengan ibunya Herdhy sebelum mereka menikah. Bahkan suatu waktu ketika Herdhy ditugaskan oleh kantornya ke Maluku, yang ketika ini sedang ada konflik, ibunya melarang dan meminta Herdhy berhenti dari pekerjaannya. Atas rayuan Dewi, sang ibu luluh. ‘’Biarkan saja bu, Herdhy kan laki-laki. Itu akan menjadi bekal bagi dia untuk mengurus anak-anaknya kelak, cucunya ibu,’’ kata Herdhy menirukan permintaan Dewi kepada ibunya. Ibunya luluh, Herdhy boleh berangkat dan masuk kerja lagi.

Baca juga: Tinggalkan Pekerjaan untuk Merawat Orang Tua

Baca juga: Bersatunya Dua Mimpi di Gerobak Be-Tela

Baca juga: Galau Soal Riba, Memili Resign

Seiring berjalannya waktu, Dewi pun tamat kuliah dan dilantik menjadi seorang dokter. Saat bertugas di Kebumen pada 2007, mereka memutuskan untuk menikah. Herdhy melamar Dewi kepada orang tuanya di Bima.  Mereka kemudian menetap di Bima. Pada sekitar 2010, Herdhy pernah bekerja pada perwakilan perusaan dealer motor yang sama di Sumbawa. ‘’Saat di Sumbawa saya pernah jalankan juga bisnis kongsi dengan kawan yaitu pencucian helm dan gelondong emas rakyat. Dua-duanya tidak jalan mulus dan akhirnya tutup,’’ tambahnya. Penyebabnya, kata dia, bisa jadi karena memang tidak fokus dan diurus oleh orang lain.

Herdhy bersama putrinya Zhafyra Putri Ladjatang. (ist)

Pada 2016, akhirnya memutuskan untuk fokus memulai usaha di Bima, apalagi keluarga istri juga membuka klinik Salmah Husada yang dibuka sekitar 7 Maret 2016. Selain membantu istri di klinik, Herdhy juga mulai buka usaha Barbershop LakiLucky, disusul Rumah Cantiq khusus wanita WarnaWarni, dan terakhir restoran Kedai Kanjeng akhir 2018.  ‘’Saat ini juga saya sedang rintis usaha bisnis online berbasi aplikasi. Semoga lancar,’’ harapnya.

Mengelola Barbershop bagi Herdhy punya kisah sendiri. Dirinya adalah pria yang selalu ingin tampil rapi. Sering sulit menemukan tempat tata rambut, akhirnya dia terinspirasi membuka bisnis potong rambut itu. Selama ini kata dia, jarang ditemukan ada tempat potong rambut yang ruangan berpendingin udara tetapi dengan biaya terjangkau. Pilihannya hanya dua, salon dengan biaya mahal atau pangkas rambut dengan ruangan yang gerah. ‘’Barbershop itu konsepnya menggabungkan dua model itu tetapi dengan biaya terjangkau yaitu pangkas rambut bisa dilakukan di ruangan berpendingin udara,’’ katanya.

Mulai memutuskan tinggal di Bima, Herdhy memulai mencari kawan bergaul yang bisa menularkan hal baik. ‘’Saya kemudian mulai bergabung dengan Komunitas Tangan di Atas (TDA) Bima dan mulai ikuti sejumlah kegiatannya. Pertama yaitu mengikuti TDA Camp di Kalaki,’’ paparnya.

Siapa orang yang paling mewarnai perjalanan hidup Herdhy? ‘’Yang pasti ibu dan istri saya. Keduanya adalah wanita hebat yang selalu ada saat saya butuhkan. Saya bersyukur karena memiliki dua wanita hebat,’’ katanya singkat.

Di TDA, dia banyak berinteraksi dengan para pebisnis pemula, anak-anak muda. Banyak ilmu juga yang bisa diperoleh di komunitas ini. Berbagai kegiatan sudah dia ikuti, bahkan yang berskala nasional. Di sini ia menjalin hubungan dengan banyak orang, berbagi cerita dan pengalaman, serta saling menginspirasi.

Herdhy bersama anggota TDA. (ist)

‘’Kegiatan PW di STIE Bima itu adalah salah satu saja. Target kita, dengan kegiatan itu bisa menularkan virus entrepreneur kapada anak-anak muda Bima dan Dompu. Juga memberikan kesempatan kepada pemula untuk menjual dan mengenalkan produknya. Alhamdullah kegiatan PW punya efek yang sangat besar, transaksi ratusan juta rupiah juga terjadi selama dua hari kegiatan. Tokoh-tokoh bisnis nasional juga kita hadirkan untuk memberi inspirasi. Luar biasa dan kami anggap sukses. Terima kasih untuk dukungan semua pihak, juga kawan-kawan media,’’ ujarnya.

Inspirasinya: Jangan pernah berhenti untuk berjuang. Gagal itu pelajaran, perbaiki kelemahannya dan bangun komunikasi dan berkumpul dengan banyak orang.

Terima kasih sudah berbagi cerita. Semoga kisah ini menginspirasi dan menjadi cambuk bagi yang lain. Mulailah dengan sesuatu dan jangan takut bermimpi. Apalagi mimpi tidak perlu dibayar. Salam khas! (/*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
7
Share
  • 1.4K
    Shares
Komentari Berita
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Kearifan dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA sangat kami hargai.
To Top